Transformasi Digital Industri Jasa Boga: Jagarasa Integrasikan AI Generatif dalam Operasional Bisnis

Reporter : cah
Jagarasa melakukan langkah strategis dengan mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan Generatif (Generative AI) ke dalam rantai operasional bisnis catering.

TheIndonesiaTimes - Industri jasa boga (catering) dan pernikahan di Indonesia selama ini dikenal sebagai sektor yang sangat bergantung pada pendekatan konvensional dan interaksi tatap muka. Namun, pergeseran perilaku konsumen pascapandemi memaksa pelaku industri ini untuk beradaptasi dengan cepat melalui teknologi.

Jagarasa, perusahaan katering yang berbasis di Jawa Timur dan Jabodetabek, melakukan langkah strategis dengan mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan Generatif (Generative AI) ke dalam rantai operasional pemasaran mereka. Langkah ini dinilai sebagai upaya modernisasi model bisnis katering agar tetap relevan di tengah persaingan pasar digital yang ketat.

Baca juga: Jagarasa Tancap Gas di 2026! Gandeng Ligar Dekorasi, Wedding Showcase Ini Siap Diserbu Ratusan Pasangan

Irwan Hernawan, pendiri Jagarasa, menjelaskan bahwa adopsi AI bukan sekadar mengikuti tren, melainkan solusi atas inefisiensi biaya produksi materi pemasaran. Dalam industri pernikahan, visual dan audio adalah elemen kunci untuk membangun kepercayaan calon klien.

"Sebelumnya, produksi aset digital seperti video profil atau jingle promosi membutuhkan biaya besar dan waktu panjang untuk proses kreatif. Dengan integrasi AI Generatif, kami mampu memangkas waktu produksi hingga 70 persen tanpa mengurangi kualitas output yang diinginkan pasar," ujar Irwan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Salah satu implementasi teknis yang dilakukan adalah penggunaan platform audio generatif, Suno.ai, untuk menciptakan latar musik orisinal. Hal ini memitigasi risiko hukum terkait hak cipta (copyright) yang kerap menjadi kendala bagi pelaku UMKM saat melakukan promosi di media sosial global.

Transformasi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi internal, tetapi juga efektivitas jangkauan pasar. Berdasarkan data internal perusahaan, konten pemasaran yang diproduksi dengan bantuan AI mampu menjangkau segmen demografi yang lebih muda (Gen Z dan Milenial akhir) secara lebih presisi.

Salah satu kampanye digital Jagarasa yang memanfaatkan pendekatan ini tercatat mampu menjangkau lebih dari 90.000 audiens unik secara organik di platform Instagram. Angka ini menunjukkan bahwa konten berbasis AI, jika dikelola dengan prompt (perintah) yang tepat, memiliki relevansi tinggi dengan selera pasar saat ini.

Keberhasilan digitalisasi di tingkat operasional ini turut mendorong ekspansi bisnis catering Jagarasa. Bermula dari Sidoarjo, Jawa Timur, pada 2018, perusahaan kini memperluas wilayah operasionalnya ke area Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) pada tahun 2025.

"Teknologi memungkinkan kami melakukan standardisasi layanan dan komunikasi brand yang konsisten, baik di kantor pusat Jawa Timur maupun cabang Jakarta. Ini adalah bukti bahwa UMKM katering bisa naik kelas dengan literasi digital yang tepat," tutup Irwan.

Editor : cah

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru