Bank Neo Commerce

Gozco Capital Investasi Rp98 Miliar di BBYB, Pasar Merespons Positif

Reporter : Rico
Gozco Capital telah memborong 207 juta saham Bank Neo pada harga Rp474 per saham.

The Indonesia Times - Di tengah volatilitas pasar dan tekanan yang masih membayangi kelompok bank bermodal inti kecil (KBMI I), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) justru mencatat pergerakan signifikan dari sisi pemegang saham. PT Gozco Capital tampil agresif dengan menambah kepemilikan sahamnya dalam jumlah besar, memunculkan sinyal kuat akumulasi.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Kamis (15/1/2026), manajemen BBYB mengungkapkan Gozco Capital telah memborong 207 juta saham Bank Neo pada harga Rp474 per saham. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp98,12 miliar.

Baca juga: OJK Cabut Izin MPPE Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Penyebabnya

Manajemen BBYB menyebut tujuan transaksi murni untuk investasi dengan skema kepemilikan saham langsung. Namun, besarnya porsi yang diborong menandai langkah strategis, bukan sekadar aksi oportunistik jangka pendek.

Aksi tersebut mengerek kepemilikan Gozco Capital dari sebelumnya 1,035 miliar saham atau 7,76 persen menjadi sekitar 1,24 miliar saham, setara 9,31 persen dari total saham beredar. Artinya, Gozco menambah hampir 1,55 persen kepemilikan hanya dalam satu kali transaksi.

Penguatan posisi ini sekaligus menegaskan peran Gozco sebagai pemegang saham strategis Bank Neo, terutama di tengah tantangan struktural yang dihadapi BBYB sebagai bank KBMI I yang tengah berjuang memperkuat permodalan dan profitabilitas.

Pasar merespons cepat langkah tersebut. Pada penutupan perdagangan Kamis (15/1/2026), saham BBYB melonjak 5,49 persen atau naik 26 poin ke level Rp500 per saham. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap langkah pemegang saham besar yang dinilai memiliki informasi dan keyakinan lebih dalam terhadap prospek perusahaan.

Meski demikian, penguatan harga saham tidak serta-merta menghapus tantangan fundamental yang masih membelit Bank Neo. Aksi akumulasi Gozco Capital kini menjadi ujian ekspektasi pasar: apakah tambahan kepemilikan ini akan diikuti penguatan kinerja dan strategi bisnis yang lebih solid, atau sekadar menjadi sentimen jangka pendek di tengah tekanan industri perbankan digital.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru