The Indonesia Times - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP/Paradise Indonesia) menggenjot strategi pengembangan properti berbasis pengalaman (leisure) untuk menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi 2026.

Direktur Keuangan INPP, Surina, mengungkapkan hingga saat ini perusahaan telah mengelola 25 unit bisnis, terdiri dari pusat perbelanjaan, hotel, dan properti penjualan. Dalam waktu dekat, jumlah mal akan bertambah dari enam menjadi tujuh unit.

Pada kuartal I 2026, pendapatan perusahaan ditopang oleh segmen komersial sebesar Rp157 miliar, hospitality Rp136 miliar, dan property sales Rp34 miliar. EBITDA tercatat Rp101 miliar atau tumbuh tipis 1 persen dibanding periode sebelumnya.

“Fokus kami menjaga recurring income dan memperkuat unit yang performanya baik, termasuk peningkatan kapasitas dan kualitas produk,” ujar Surina, Senin (11/5/2026).

Salah satu proyek andalan adalah 23 Semarang yang diposisikan sebagai lifestyle mall terbesar di kota tersebut. Proyek ini dijadwalkan beroperasi pada 23 Mei 2026 dengan tingkat keterisian tenant awal mencapai 80 persen, dan ditargetkan naik hingga 90–95 persen pada akhir tahun.

Presiden Direktur INPP, Anthony Prabowo Susilo, menegaskan pendekatan perusahaan kini tidak sekadar membangun pusat belanja, tetapi menciptakan destinasi yang menggabungkan hiburan, kuliner, dan gaya hidup.

“Kami tidak hanya membangun mal, tapi menghadirkan destination. Orang datang untuk leisure, dan pada akhirnya tetap berbelanja,” jelasnya.

Selain itu, proyek 88 Plaza Balikpapan menjadi langkah ekspansi strategis di kota kedelapan perusahaan. Dengan konsep pengembangan bertahap, proyek ini dinilai lebih adaptif terhadap daya serap pasar.

Di sektor perhotelan, INPP relatif stabil karena portofolio didominasi hotel bintang atas. Meski segmen hotel menengah masih menghadapi tantangan, kinerja hotel premium justru mencatat pertumbuhan positif.

Dengan strategi diversifikasi dan fokus pada pengalaman konsumen, Paradise Indonesia optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus menangkap peluang pemulihan sektor properti dan pariwisata ke depan.