The Indonesia Times- PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) terus mempercepat pembangunan Mall 23 Semarang yang ditargetkan resmi dibuka pada Mei 2026. Proyek pusat perbelanjaan ini tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi luas serta mengedepankan prinsip ramah lingkungan.
Mall 23 Semarang dibangun di kawasan strategis Pearl of Java (POJ) City, Semarang Barat, di atas lahan sekitar 6 hektare dengan luas bangunan mencapai lebih dari 60.000 meter persegi. Proyek ini menelan investasi sekitar Rp1,5 triliun, menjadikannya salah satu pengembangan properti terbesar di wilayah pesisir Jawa Tengah.
Dari sisi ketenagakerjaan, pembangunan hingga operasional mall diperkirakan mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Pada tahap konstruksi, ratusan hingga ribuan pekerja lokal dilibatkan, sementara saat beroperasi nanti, Mall 23 Semarang diproyeksikan membuka lebih banyak lapangan kerja melalui kehadiran 200 hingga 250 tenant dari sektor ritel, kuliner, dan hiburan.
Direktur INPP, Anthony Prabowo Susilo, mengatakan Mall 23 Semarang dirancang sebagai bagian dari pengembangan kawasan terpadu di Pearl of Java (POJ) City, Semarang Barat.
“Mall 23 Semarang bukan hanya pusat belanja, tetapi juga ruang publik yang memberikan dampak ekonomi luas. Kami perkirakan proyek ini mampu menyerap ribuan tenaga kerja, baik saat konstruksi maupun saat operasional nanti,” ujar Anthony, Jumat (30/1/2026) lalu.
Selain itu, keberadaan mall ini juga diharapkan memberi efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, termasuk peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal yang akan dilibatkan dalam ekosistem tenant dan supply chain.
Dari sisi konsep, INPP menghadirkan pendekatan “Retail-Oasis” yang mengintegrasikan ruang komersial dengan elemen alam terbuka. Salah satu daya tarik utama adalah keberadaan urban forest atau hutan tropis di dalam area mall yang dilengkapi vegetasi hijau dan elemen air, guna menciptakan suasana sejuk sekaligus meningkatkan kualitas udara.
Konsep ramah lingkungan juga diwujudkan melalui desain bangunan yang memaksimalkan pencahayaan alami, sistem sirkulasi udara yang efisien, serta pengelolaan energi dan air yang lebih berkelanjutan. Pengembang juga disebut mendorong penggunaan material ramah lingkungan serta pengurangan jejak karbon dalam proses pembangunan.
Tak hanya itu, proyek ini turut dikaitkan dengan upaya pelestarian kawasan pesisir, termasuk program penghijauan dan dukungan terhadap ekosistem mangrove di sekitar lokasi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan yang diusung pengembang.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Mall 23 Semarang diharapkan tidak hanya menjadi destinasi belanja baru, tetapi juga ikon pembangunan berkelanjutan yang mampu menggerakkan ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan di Kota Semarang