The Indonesia Times - China kembali mencatat lompatan besar di bidang komputasi kuantum lewat pengembangan Jiuzhang 4.0, prototipe komputer kuantum yang diklaim mampu menyelesaikan perhitungan kompleks hanya dalam 25 mikrodetik.
Hasil riset tim dari University of Science and Technology of China, Jumat (29/5/2026) yang dipublikasikan di Nature menunjukkan kemampuan mesin ini jauh melampaui superkomputer konvensional. Sebagai perbandingan, superkomputer El Capitan disebut membutuhkan waktu hingga lebih dari 10^42 tahun untuk tugas serupa.
Jiuzhang 4.0 menggunakan teknologi fotonik dengan memanfaatkan partikel cahaya (foton) untuk memproses informasi. Sistem ini memungkinkan komputasi paralel dalam skala besar, sehingga mempercepat penyelesaian persoalan matematika yang sangat kompleks.
Dalam pengembangannya, tim ilmuwan berhasil meningkatkan kapasitas sistem hingga mampu memanipulasi lebih dari 3.000 foton, melonjak signifikan dibanding generasi sebelumnya. Efisiensi sumber cahaya juga mencapai 92 persen, dengan efisiensi sistem sekitar 51 persen.
Peneliti menjelaskan, tantangan utama pada komputer kuantum fotonik adalah menjaga stabilitas foton dalam sistem yang semakin kompleks. Untuk mengatasinya, mereka mengembangkan pendekatan interferometer hibrida ruang-waktu yang menjaga interaksi partikel tetap optimal.
Pengembangan ini menegaskan posisi China dalam persaingan global teknologi kuantum, yang kini menjadi fokus strategis dalam rencana pembangunan jangka menengah negara tersebut untuk periode 2026–2030.