The Indonesia Times- Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di kalangan profesional Indonesia terus meningkat dan menjadi bagian penting dalam menunjang produktivitas kerja. AI kini dimanfaatkan mulai dari pencarian informasi, penyusunan dokumen, hingga pembuatan konten secara cepat dan efisien.

Berdasarkan temuan Garuda AI Impact Summit 2026, sebanyak 92 persen knowledge workers di Indonesia telah menggunakan AI generatif, melampaui rata-rata global. Meski demikian, pemanfaatannya masih didominasi perangkat seperti ponsel dan laptop yang dinilai belum sepenuhnya mendukung kebutuhan kerja dengan mobilitas tinggi.

Menanggapi tren tersebut, Huawei akan menghadirkan HUAWEI MatePad Pro Max di Indonesia sebagai solusi perangkat kerja fleksibel berbasis AI. Tablet flagship ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman setara PC dalam bentuk yang lebih ringkas dan mudah dibawa.

“AI telah mengubah cara profesional bekerja, mulai dari mengolah ide hingga mengeksekusi tugas secara lebih cepat. Kami melihat kebutuhan akan perangkat yang tidak hanya canggih, tetapi juga mampu mengikuti mobilitas tinggi para pengguna,” ujar perwakilan Huawei Indonesia dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2026).

Perangkat ini dibekali fitur AI pada WPS Office dengan tampilan antarmuka desktop, memungkinkan pengguna menyusun dokumen, mengelola data, hingga membuat presentasi langsung dari tablet. Fitur seperti Smart Create, PDF Summarize, dan Generate Slides disebut mampu mempercepat alur kerja di berbagai situasi.

Selain itu, Huawei juga mengedepankan desain tipis dan ringan dengan layar 13,2 inci. Dengan ketebalan 4,7 mm dan bobot sekitar 509 gram, tablet ini dirancang untuk mendukung mobilitas tanpa mengorbankan performa.

“Melalui MatePad Pro Max, kami ingin menghadirkan perangkat yang mampu menjadi partner kerja utama bagi para profesional, baik saat di kantor, perjalanan bisnis, maupun di lokasi kreatif,” tambahnya.

Di sisi kreativitas, layar 3K OLED PaperMatte yang diusung memberikan pengalaman visual nyaman di berbagai kondisi pencahayaan. Dukungan stylus serta aplikasi berbasis AI juga memungkinkan pengguna mengembangkan ide visual dan mengedit konten secara langsung tanpa bergantung pada laptop.

Huawei menilai kehadiran perangkat ini menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan era kerja modern yang semakin dinamis, di mana fleksibilitas dan kecepatan menjadi kunci utama produktivitas.