The Indonesia Times - Geely Auto mempercepat langkah menuju era transportasi otonom dengan memperkenalkan prototipe robotaxi EVA Cab dalam ajang Auto China 2026, Rabu (6/5/2026). Kendaraan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung layanan taksi tanpa sopir yang ditargetkan beroperasi secara luas mulai 2027.
EVA Cab dikembangkan bersama AFARI Technology dan CaoCao Mobility, dengan fokus pada operasional penuh tanpa pengemudi di jalan umum. Saat ini, uji coba sudah dilakukan di sejumlah kota seperti Hangzhou dan Suzhou.
Berbeda dari kendaraan konsep biasa, EVA Cab dirancang sebagai robotaxi murni (purpose-built) dengan kabin luas berkonfigurasi berhadapan, pintu geser elektrik, serta interior yang mengutamakan kenyamanan penumpang.
Dari sisi teknologi, kendaraan ini mengandalkan sistem LiDAR digital 2.160-line yang mampu memproses hingga 25,92 juta titik data per detik dengan jangkauan deteksi mencapai 600 meter. Kemampuan ini diperkuat komputasi tinggi lebih dari 3.000 TOPS hasil kolaborasi chip dari NVIDIA dan Qualcomm.
EVA Cab juga dibangun di atas arsitektur Full-Domain AI 2.0 dan sistem elektronik EEA 4.0 yang mendukung pembaruan perangkat lunak jarak jauh (OTA), kontrol kendaraan, hingga perlindungan data berbasis enkripsi tingkat tinggi. Sistem otonom Level 4 yang disematkan memungkinkan kendaraan beroperasi mandiri dalam kondisi tertentu tanpa intervensi manusia.
Melalui peluncuran ini, Geely menegaskan transformasi perusahaan dari produsen otomotif konvensional menjadi perusahaan teknologi mobilitas berbasis AI. Selain robotaxi, Geely juga memamerkan berbagai inovasi lain, termasuk baterai solid-state, pengisian ultra-cepat, hingga pengembangan smart cockpit.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Geely dalam membangun ekosistem transportasi cerdas yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan di masa depan.
(Deny)