The Indonesia Times - Digital Edge mengumumkan investasi 4,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp72 triliun untuk membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berkapasitas 500 MW di kawasan GIIC, Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas ini dirancang untuk menopang lonjakan kebutuhan cloud dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, dengan potensi ekspansi hingga 1 GW.

Konektivitas CGK Campus akan didukung jaringan fiber optik Indonet, yang seluruh rutenya dibangun di bawah tanah demi keandalan layanan. “Integrasi ini memastikan solusi carrier-neutral yang siap memenuhi kebutuhan hyperscale dan enterprise,” ujar CEO Indonet Andy Rigoli, Minggu (1/2/2026).

CEO Digital Edge Indonesia Stephanus Oscar menilai pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital nasional melaju lebih cepat dari ketersediaannya. “CGK Campus menjawab kebutuhan tersebut dengan kapasitas 500MW yang berkelanjutan, siap untuk deployment hyperscale dan AI skala besar,” katanya.

Fasilitas ini menargetkan PUE 1,25 dan mengadopsi direct-to-chip liquid cooling untuk mendukung beban kerja AI berintensitas tinggi, serta sistem daur ulang air dan energi terbarukan.

CEO Digital Edge John Freeman menyebut proyek ini sebagai investasi terbesar perusahaan di Asia Pasifik.

“CGK Campus akan memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi lonjakan permintaan layanan digital, cloud, dan AI,” ujarnya.