The Indonesia Times - Grand Mall Bekasi resmi menutup operasionalnya setelah bertahun-tahun menjadi pusat perbelanjaan dan hiburan warga Kota Bekasi. Penutupan ini menandai berakhirnya perjalanan salah satu mal legendaris yang sempat menjadi simbol modernisasi kawasan perdagangan Bekasi pada awal 2000-an.

Pada masa jayanya, Grand Mall dikenal sebagai destinasi favorit karena lokasi strategis, pilihan tenant yang lengkap, serta akses transportasi yang mudah. Namun, dalam satu dekade terakhir, jumlah pengunjung terus merosot seiring menjamurnya pusat perbelanjaan baru dan pergeseran pola belanja masyarakat urban yang kini lebih memilih mal modern atau platform digital.

Pandemi COVID-19 mempercepat krisis operasional. Banyak tenant memilih angkat kaki, sementara pengelola dinilai gagal melakukan pembaruan signifikan agar tetap relevan di tengah persaingan ritel yang semakin ketat.

“Mall ini dulu menjadi tempat makan dan belanja keluarga,” ujar Ami, warga Pekayon Bekasi.

"Sangat disayangkan tutup ya, karena ini Mall Legendaris," ujar Sadeli pedagang kaki lima yang biasa menjual kopi seduh diseberang Mall. 

Kini, bangunan Grand Mall Bekasi berdiri tanpa kepastian, menunggu keputusan pemanfaatan ulang oleh investor atau intervensi pemerintah daerah. Penutupannya menjadi cermin keras dinamika industri ritel: tanpa adaptasi, pusat belanja ikonik pun bisa kalah oleh perubahan zaman.