The Indonesia Times -Kerusakan jalan di berbagai ruas Kota Tangerang Selatan kian mengkhawatirkan. Aspal bergelombang, permukaan berpasir, hingga lubang menganga kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengendara.
Ironisnya, perbaikan belum juga terlihat, sementara kecelakaan terus berulang.
Di Jalan Benda Raya hingga Parakan, Pamulang, warga mencatat lebih dari 12 titik kerusakan parah. Lubang-lubang besar berada di tengah lajur dan kerap memicu pengendara motor terjatuh, terutama pada malam hari.
“Sudah sering motor jatuh, apalagi malam. Lubangnya besar dan susah kelihatan,” kata Bowo (42), warga setempat, Rabu (28/1/2026).
Karena tak kunjung ditangani, warga justru mengambil peran pemerintah. Lubang jalan ditandai batu dan tanaman agar terlihat pengendara.
“Kalau cuma batu, banyak yang nggak lihat. Terpaksa pakai pohon juga,” ujarnya.
Kondisi serupa ditemukan di Jalan Siliwangi, Puspiptek, hingga Jalan Otista, Ciputat.
Pengendara terpaksa melaju pelan demi menghindari tergelincir. Di beberapa titik, pemerintah hanya memberi tanda cat semprot tanpa perbaikan fisik.
Warga menilai dalih hujan deras tak bisa terus dijadikan alasan. Aspal yang mudah hancur justru mengindikasikan kualitas pekerjaan jalan yang buruk.
Selama perbaikan hanya sebatas penanda, jalan rusak di Tangsel akan terus memakan korban. Lubang-lubang itu bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan bukti lambannya respons pemerintah terhadap keselamatan warganya.