The Indonesia Times Risiko kejahatan siber terhadap pengguna aplikasi keuangan berbasis Android kembali menjadi sorotan seiring maraknya peredaran file Android Package Kit (APK) tidak resmi di luar platform resmi. Praktik pemasangan aplikasi melalui sideloading dinilai membuka celah serius terhadap pencurian data dan aset digital.

Head of Product Marketing PT Pintu Kemana Saja (PINTU), Iskandar Mohammad, menegaskan bahwa pemasangan aplikasi dari sumber tidak resmi berpotensi membahayakan keamanan pengguna. “File APK yang tidak berasal dari penyedia resmi rawan disusupi malware yang dapat mengakses data pribadi hingga aset keuangan pengguna tanpa izin,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Data Kaspersky mencatat ancaman terhadap pengguna Android pada kuartal III-2025 meningkat 38 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Kenaikan ini disebut berkaitan erat dengan masih maraknya penggunaan aplikasi pihak ketiga yang tidak melalui sistem pengamanan resmi.

Iskandar menilai, tren tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi pengguna layanan keuangan digital. “Dampaknya bukan hanya kebocoran data, tetapi juga potensi kerugian finansial yang sulit dipulihkan,” katanya.

Ia mendorong pengguna untuk mengandalkan mekanisme pengamanan bawaan perangkat, seperti pemindaian aplikasi dan pembaruan sistem secara berkala. “Langkah-langkah pencegahan dasar tetap menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di tengah meningkatnya kejahatan siber,” pungkasnya.