The Indonesia Times - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran resmi diteken dalam pertemuan tertutup di Istana Versailles, Kamis (18/6/2026). Langkah ini dinilai sebagai momentum penting yang tak hanya menghentikan konflik bersenjata di Timur Tengah, tetapi juga membuka peluang stabilitas baru bagi pasokan energi global.

Perjanjian tersebut mencakup pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran, termasuk izin ekspor minyak mentah yang selama ini dibatasi. Sebagai imbalannya, Iran menjamin keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz serta komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Dalam pernyataannya kepada media, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan telah rampung dan siap dijalankan. “Itu sudah ditandatangani,” ujarnya singkat usai menghadiri jamuan resmi.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menunjukkan komitmen serupa. Media pemerintah Iran merilis dokumentasi penandatanganan sebagai simbol keseriusan Teheran dalam membuka babak baru hubungan diplomatik dengan Washington.

Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menjadi tuan rumah G7 menilai kesepakatan ini sebagai terobosan besar. “Ini adalah langkah penting menuju perdamaian yang berkelanjutan dan stabilitas kawasan,” kata Macron dalam pernyataan resminya.

Selain menghentikan konflik, kesepakatan ini juga mencakup rencana bantuan rekonstruksi bernilai sekitar 300 miliar dolar AS dari Amerika Serikat dan sekutunya. Dana tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi Iran sekaligus memperkuat stabilitas kawasan.

Dengan berlakunya pakta ini, dunia kini menaruh harapan pada meredanya ketegangan geopolitik serta pulihnya rantai pasok global, terutama di sektor energi yang selama ini terdampak konflik.