TheIndonesiaTimes - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menegaskan komitmennya membangun bisnis properti berkelanjutan berbasis recurring income dengan pendekatan jangka panjang. Memasuki usia 23 tahun, perusahaan mencatatkan pertumbuhan konsisten dengan total 26 proyek aktif dan aset mencapai Rp15 triliun.

Presiden Direktur dan CEO INPP, Anthony Prabowo Susilo, mengatakan fase pertumbuhan perusahaan semakin solid sejak masuknya investor strategis dan restrukturisasi bisnis pada 2016. Meski dihadapkan pada pandemi Covid-19 pada 2020, Paradise Property justru mampu mempertahankan kinerja dan melanjutkan ekspansi.

“Empat tahun terakhir menjadi periode penting bagi kami. Sejak 2022 hingga 2025, perusahaan mencatatkan rekor pertumbuhan omzet secara beruntun, dan momentum ini akan terus kami jaga ke depan,” ujar Anthony.

Paradise Property dikenal sebagai pengembang yang tumbuh tanpa bergantung pada landbank besar maupun kelebihan kas. Model bisnis perusahaan dibangun melalui kemitraan strategis, pengelolaan proyek bertahap, serta optimalisasi aset jangka panjang.

Anthony menegaskan bahwa seluruh proyek Paradise dikembangkan dengan mindset jangka panjang, terutama pada sektor hotel dan properti komersial yang membutuhkan waktu pengembalian modal antara 8–10 tahun. Pendekatan ini diyakini menjadi fondasi utama menjaga reputasi dan keberlanjutan usaha. “Bagi kami, reputasi sama pentingnya dengan profitabilitas. Di tengah tantangan industri properti, kepercayaan mitra, investor, dan konsumen menjadi aset paling berharga,” katanya.

Saat ini, Paradise Property menjaga porsi recurring income sekitar 80 persen, yang berasal dari hotel, pusat perbelanjaan, perkantoran, dan aset sewa lainnya. Model ini dinilai lebih stabil dan prediktif dibandingkan pendapatan berbasis penjualan semata.
Dari sisi portofolio, INPP mengusung strategi 4M yakni middle-up market, mid-size development, mixed-use, dan major cities. Proyek-proyek Paradise tersebar di delapan kota besar Indonesia, dengan target ekspansi ke kota kesembilan dalam waktu dekat.

Ke depan, perusahaan memfokuskan pengembangan tahap lanjutan (fase dua) di Semarang, Balikpapan, dan Antasari Place Jakarta, serta menyiapkan proyek baru berkonsep low-density development berupa ruko di Balikpapan yang dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama tahun depan.
Dari sisi kinerja keuangan, pada semester I 2025, INPP membukukan pendapatan Rp870 miliar, tumbuh 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kontribusi pendapatan berasal dari penjualan properti sebesar 38 persen, hotel 32 persen, dan mal 30 persen. Sementara recurring income tumbuh 8–10 persen, dengan proyeksi pertumbuhan double digit hingga akhir tahun. “Paradise akan terus tumbuh secara sustainable dan scalable, dengan struktur pembiayaan yang semakin matang melalui kombinasi ekuitas, pinjaman bank, hingga obligasi,” tutup Anthony.