Hari Raya Imlek

Imlek Tahun Kuda Api Disambut dengan Tekad dan Harapan Baru

Reporter : Qalbi TIT
Rangkaian Imlek di wihara tersebut telah dimulai sejak 16 Februari melalui penyalaan pelita Imlek, dilanjutkan perayaan Tahun Baru pada 17 Februari, serta ritual Kong Fo Cai Tien pada 21 Februari.

The Indonesia Times - Suasana hangat dan khidmat menyelimuti perayaan Imlek Bersama di Wihara Ekayana Arama, Minggu (22/2/2026). Lebih dari 2.000 umat hadir, tidak sekadar merayakan pergantian tahun, tetapi juga menautkan harapan baru melalui doa, refleksi, dan kebersamaan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan paritta singkat yang diikuti hening penuh kesadaran. Setelah itu, umat mengikuti talkshow Dharma bertema refleksi Tahun Kuda Api yang menyoroti pentingnya keseimbangan batin dalam menghadapi dinamika kehidupan. Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama serta penyampaian tekad Imlek yang dipimpin anggota Sangha.

Baca juga: Sentuhan Personal BRI Mulyosari Sambut Tahun Baru Imlek 2026

Ketua panitia perayaan, Bhikkhu Dhammavaro, menegaskan Imlek dipandang sebagai ruang untuk memperdalam nilai kemanusiaan. “Momentum Imlek bukan hanya perayaan budaya, tetapi kesempatan untuk memperkuat kebajikan, melatih kedisiplinan batin, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Dalam sesi Dharma, narasumber mengingatkan bahwa harapan baik tidak terlepas dari usaha dan kebijaksanaan. “Peruntungan bukan semata soal nasib, tetapi buah dari niat yang benar, tindakan yang benar, dan ketekunan menjalankan ajaran dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Puncak perayaan berlangsung ketika belasan anggota Sangha memasuki Baktisala. Umat kemudian memanjatkan doa dengan khidmat, mengungkapkan syukur atas perjalanan setahun terakhir sekaligus meneguhkan harapan untuk masa depan yang lebih bijaksana dan penuh welas asih.

Rangkaian Imlek di wihara tersebut telah dimulai sejak 16 Februari melalui penyalaan pelita Imlek, dilanjutkan perayaan Tahun Baru pada 17 Februari, serta ritual Kong Fo Cai Tien pada 21 Februari.

Pengurus wihara berharap perayaan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi pengingat untuk menghadirkan nilai kebajikan dalam relasi keluarga dan kehidupan sosial sehari-hari.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru