Perang AS-Iran

Negosiasi Buntu, Iran Siap Buka Front Baru Hadapi Amerika dan Israel

Reporter : Rico
Dengan kondisi negosiasi yang buntu dan manuver militer yang terus meningkat, kawasan Timur Tengah kini kembali berada di ambang eskalasi konflik besar. Foto dok Iran24

The Indonesia Times - Iran memanfaatkan kendali atas Selat Hormuz sebagai senjata strategis di tengah meningkatnya tensi dengan Amerika Serikat dan Israel, memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Peringatan keras disampaikan juru bicara militer Iran yang menyebut Teheran telah menyiapkan strategi serta persenjataan baru. “Kami akan membuka front baru melawan mereka dengan alat dan metode baru,” ujarnya seperti dikutip kantor berita ISNA, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Donald Trump Setujui Gencatan Senjata Tanpa Batas dengan Iran, Ini Alasannya

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, menyusul ancaman serangan lanjutan dari Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Meski saat ini masih dalam fase gencatan senjata, ketiadaan batas waktu yang jelas membuat potensi konflik terbuka kembali sewaktu-waktu.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan penundaan rencana serangan terhadap Iran. Keputusan itu diambil setelah adanya permintaan dari sejumlah negara Teluk, terutama Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, yang mengkhawatirkan eskalasi konflik lebih luas di kawasan.

Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir Besok, Trump Tunggu Hasil Negosiasi

Namun demikian, Trump menegaskan bahwa peluang mencapai kesepakatan damai semakin menipis. Ia menyebut kesabarannya hampir habis setelah proses negosiasi mengalami kebuntuan, terutama terkait situasi di Selat Hormuz yang masih berada dalam kendali Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Penguasaan Iran atas wilayah tersebut dinilai menjadi tekanan besar terhadap ekonomi global, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan terganggunya distribusi energi internasional.

Baca juga: Shehbaz Sharif dan Presiden Iran Sepakat Dorong Stabilitas Kawasan

Di sisi lain, Amerika Serikat juga dilaporkan menerapkan blokade pelabuhan sebagai bagian dari upaya menekan Iran agar menerima tuntutan damai dari Washington. Sementara itu, Israel turut meningkatkan kewaspadaan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggelar rapat kabinet keamanan pada Minggu dan Senin untuk membahas opsi serangan lanjutan terhadap Iran.

Dengan kondisi negosiasi yang buntu dan manuver militer yang terus meningkat, kawasan Timur Tengah kini kembali berada di ambang eskalasi konflik besar yang berpotensi berdampak luas, tidak hanya secara geopolitik tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi global.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru