The Indonesia Times - Perdana Menteri Shehbaz Sharif menegaskan komitmen Pakistan sebagai mediator konflik kawasan usai melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Minggu (19/4/2026).
Dalam pernyataannya, Sharif menyebut dialog tersebut berlangsung hangat dan konstruktif, dengan fokus pada perkembangan situasi di Timur Tengah yang masih memanas.
Sharif juga menyampaikan hasil komunikasi terbarunya dengan sejumlah pemimpin regional, termasuk dari Arab Saudi, Qatar, dan Turki, sebagai bagian dari upaya membangun konsensus perdamaian.
“Pakistan tetap berkomitmen menjadi fasilitator yang jujur untuk perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujarnya.
Di tengah upaya diplomasi tersebut, dinamika geopolitik masih berlangsung. Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan utusan Amerika Serikat menuju Islamabad untuk melanjutkan negosiasi terkait Iran.
Ketegangan meningkat setelah serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada Februari lalu, yang kemudian diikuti gencatan senjata sementara dan negosiasi yang belum mencapai kesepakatan.
Meski belum ada eskalasi baru, langkah pemblokadean pelabuhan Iran oleh AS serta rencana lanjutan perundingan menunjukkan situasi kawasan masih rapuh.
Peran aktif Pakistan dalam menjembatani dialog dinilai menjadi kunci untuk mendorong kelanjutan negosiasi dan menjaga stabilitas di Timur Tengah.