Ratusan Suku Bajo Diusir dari Malaysia

theindonesiatimes.com

TheIndonesiaTimes, Malaysia - Pihak berwenang Malaysia mengusir ratusan pengembara laut dari suku Bajau atau suku Bajo pada pekan ini. Lebih dari 500 orang suku Bajau yang tinggal di rumah panggung dibongkar atau dibakar oleh penegak hukum.

Suku Bajo adalah komunitas pelaut yang sebagian besar tidak memiliki kewarganegaraan. Mereka tinggal di rumah perahu reyot atau gubuk pantai yang dibangun di atas panggung.

Baca juga: DPO Narkoba Lintas Negara, Bareskrim Kejar Tangan Kanan ‘The Doctor’ Rendy Hermawan hingga Malaysia

Pemerintah Malaysia membela keputusan mereka untuk mengusir ratusan pengembara laut dari rumah mereka di lepas pantai negara bagian Sabah minggu ini. Menurut Malaysia, tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan memerangi kejahatan lintas batas.

Operasi di distrik Semporna, Sabah, dikritik oleh kelompok hak asasi manusia yang meminta pemerintah menghentikan penggusuran dan menjamin keselamatan serta perlindungan masyarakat Bajo Laut.

Menteri Pariwisata, Kebudayaan, dan Lingkungan Hidup Sabah, Christina Liew, mengatakan pihak berwenang berhak menindak aktivitas ilegal seperti penangkapan ikan, pembangunan, dan pertanian tanpa izin di kawasan lindung yang dikelola oleh Sabah Parks, badan konservasi negara.

"Kedaulatan hukum negara dalam masalah ini harus ditegakkan," katanya dalam pernyataannya pada Jumat, 7 Juni 2024.

Baca juga: Andre Fernando Masuk DPO, Jejak Distributor Sabu Lintas Malaysia–Riau Terbongkar

Liew menyatakan bahwa pemberitahuan evakuasi telah dikirimkan ke 273 pemukiman ilegal bulan lalu, dengan 138 bangunan dihancurkan antara Selasa hingga Kamis di sekitar Taman Laut Tun Sakaran, sebuah destinasi wisata yang terkenal dengan tempat menyelamnya.

Mengutip sumber polisi, Liew menuduh beberapa pemilik rumah membakar rumahnya sendiri untuk mendapatkan simpati dan menjadi viral di media sosial.

Operasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan, termasuk kejahatan lintas batas, katanya. Semporna terletak di ujung timur laut Kalimantan, berbatasan dengan Filipina bagian selatan.

Baca juga: PMI Asal Takengon Tewas Misterius di Malaysia, Paspor Ditahan Majikan

Suku Bajo Laut telah tinggal di wilayah tersebut selama berabad-abad, namun banyak yang lahir tanpa dokumen kewarganegaraan dan dianggap oleh pihak berwenang sebagai migran.

Kelompok hak asasi manusia Pusat Komas meminta negara untuk menyediakan rumah alternatif dan mengatasi masalah dokumentasi agar masyarakat Bajo Laut menerima perlakuan adil dan akses terhadap layanan penting.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru