The Indonesia Times - Industri perjalanan umroh di Indonesia mulai bergerak menuju model layanan terintegrasi seiring meningkatnya kebutuhan jamaah akan kenyamanan dan kepastian layanan selama beribadah di Tanah Suci. Salah satu langkah transformasi ditunjukkan PT Jannah Firdaus Tour & Travel dengan menghadirkan Hotel Jannah Firdaus di Makkah sebagai bagian dari penguatan ekosistem pelayanan jamaah.
Model ini tidak hanya berfokus pada keberangkatan, tetapi juga mencakup akomodasi, transportasi, hingga pendampingan selama ibadah.
Baca juga: JFT Tegaskan Tidak Ada Pembatalan Haji, Hanya Penundaan Keberangkatan
Chief Executive Officer (CEO) PT Jannah Firdaus Tour & Travel, Mr. H. Wael Ahmed, M.BA, mengatakan bahwa pengembangan ekosistem layanan menjadi strategi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami ingin memastikan setiap jamaah mendapatkan pelayanan yang terintegrasi, mulai dari persiapan di Indonesia hingga selama berada di Tanah Suci,” ujar Wael Ahmed, Jumat (31/7/2026).
Baca juga: Pemerintah Apresiasi Kelancaran Haji 2026, Fokus Tingkatkan Pelayanan Jemaah
Ia menjelaskan, kepemilikan hotel di Makkah memungkinkan perusahaan mengontrol langsung standar layanan, termasuk kenyamanan kamar, kebersihan, serta koordinasi operasional bagi jamaah. Langkah ini juga menjadi bagian dari investasi perusahaan di sektor layanan ibadah.
PT Jannah Firdaus sendiri telah beroperasi sejak 2003 dan dipimpin oleh Wael Ahmed sebagai CEO, dengan jaringan operasional yang mencakup Indonesia dan sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Baca juga: Saudi Aramco Bukukan Laba Rp521 Triliun di Tengah Konflik Timur Tengah
Selain akomodasi, perusahaan juga mengembangkan konsep One Stop Service dengan dukungan fasilitas seperti pengurusan visa, transportasi, hingga tim operasional di Arab Saudi. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memberikan kepastian bagi jamaah selama menjalankan ibadah.
Dengan strategi tersebut, transformasi travel umroh tidak lagi sekadar sebagai penyelenggara perjalanan, tetapi berkembang menjadi penyedia ekosistem layanan ibadah yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Editor : Rico