Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Perkuat Sinergi BUMD dan BUMN untuk Percepat Transformasi Jakarta

Reporter : Rico
Pemprov DKI Jakarta berharap berbagai kerja sama tersebut dapat memperkuat kinerja BUMD. Foto ist

theindonesiatimes.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat sinergi badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), dan perangkat daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempercepat pembangunan infrastruktur. Hingga triwulan III 2026, tercatat 52 kerja sama strategis yang mencakup transportasi, layanan keuangan, pengelolaan air, dan infrastruktur digital.

Penguatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan 15 kerja sama di Balai Kota DKI Jakarta. Kesepakatan itu mencakup sektor kesehatan, pembiayaan perumahan, ketenagakerjaan, energi rendah karbon, pengembangan kawasan, hingga transportasi publik.

Baca juga: Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pegang Kendali

Gubernur DKI Jakarta menegaskan, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mendukung target Jakarta masuk dalam 50 besar kota global pada 2030. Menurutnya, kerja sama tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak perjanjian yang ditandatangani, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Jakarta dari kerja sama ini,” tegasnya, Selasa (13/10/2026).

Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta melaporkan, dari 52 kerja sama strategis yang tercatat hingga triwulan III 2026, sebanyak 27 merupakan kolaborasi BUMD dengan BUMN, sedangkan 25 lainnya berupa sinergi antar-BUMD. Program tersebut melibatkan 14 BUMD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Pembiayaan dan Transportasi Jadi Fokus

Salah satu fokus kerja sama adalah pengembangan transportasi publik dan infrastruktur pendukung. Bank Jakarta menjalin kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta untuk mendukung pembiayaan elektrifikasi armada operator. Bank Jakarta juga menandatangani perjanjian kredit dengan PT MRT Jakarta untuk pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas.

Di sektor pengembangan kawasan, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan PT MRT Jakarta berkolaborasi mengembangkan properti serta kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) pada jalur MRT Jakarta East–West.

Baca juga: Dipo Nugroho Dinobatkan Best CMO 2026, Bank Jakarta Dorong Bisnis Lebih Inklusif

Sementara itu, penguatan infrastruktur digital dilakukan melalui kerja sama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo dengan PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia dan PT Danareksa (Persero), termasuk dalam pemanfaatan sarana telekomunikasi, pusat data, CCTV, dan layanan teknologi informasi.

Bidik Energi Rendah Karbon dan Lapangan Kerja

Di sektor energi berkelanjutan, Perumda Paljaya bersama PT Pertamina (Persero) menjajaki pemanfaatan limbah lemak, minyak, dan minyak jelantah atau Fat, Oil, and Grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel.

PT Transportasi Jakarta juga bekerja sama dengan Pertamina untuk mengembangkan ekosistem hidrogen dan pemanfaatan energi rendah karbon bagi transportasi publik.

Baca juga: Biodigester Rorotan Diproyeksi Tekan Emisi Gas Rumah Kaca 154,4 Ton per Tahun

Selain investasi dan pengembangan infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan kerja. Hingga akhir 2026, program tersebut direncanakan mencakup 16 kelas dengan total 320 peserta.

Materi pelatihan meliputi bahasa asing, pemasaran digital, pembuatan konten, keterampilan menggambar teknis, housekeeping, hospitality, dan kelistrikan.

Di sektor perumahan, Bank Jakarta dan Jamkrida Jakarta bekerja sama dengan perangkat daerah untuk mendukung akses Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal.

Pemprov DKI Jakarta berharap berbagai kerja sama tersebut dapat memperkuat kinerja BUMD, meningkatkan efisiensi layanan publik, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru