theindonesiatimes.com - Chery Omoda 5 menghadapi penangguhan sementara persetujuan tipe kendaraan atau Vehicle Type Approval (VTA) di Malaysia setelah insiden yang viral di Johor Bahru pekan lalu memicu kekhawatiran terkait keselamatan kendaraan tersebut.

Departemen Transportasi Jalan Malaysia (JPJ) mengumumkan kebijakan itu pada 11 Oktober 2026. Dampaknya, pendaftaran baru Chery Omoda 5 dihentikan hingga investigasi teknis selesai dan potensi risiko keselamatan teridentifikasi.

JPJ menegaskan, penangguhan tidak otomatis berlaku untuk seluruh model Chery, melainkan secara khusus menyasar model dan varian yang berpotensi terdampak insiden tersebut.

Dalam proses investigasi, Chery Malaysia diwajibkan mengidentifikasi unit kendaraan yang berisiko berdasarkan nomor suku cadang, kelompok produksi, nomor identifikasi kendaraan (Vehicle Identification Number atau VIN), serta parameter teknis lainnya.

Jika ditemukan masalah yang berpotensi membahayakan pengguna, perusahaan harus melakukan penarikan kendaraan (recall) untuk pemeriksaan dan perbaikan.

JPJ juga akan mengaudit proses produksi dan perakitan Chery Omoda 5, termasuk rantai pasokan komponen gandar (axle) yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Pemeriksaan meliputi penerapan praktik manufaktur yang baik, sistem pengendalian mutu, prosedur inspeksi sambungan las, hingga kepatuhan terhadap standar keselamatan komponen.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kendaraan yang diproduksi dan dipasarkan memenuhi persyaratan teknis serta standar keselamatan yang berlaku.

JPJ menegaskan tidak akan menoleransi pelanggaran standar produksi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Produsen kendaraan juga bertanggung jawab memastikan setiap model yang dipasarkan memenuhi ketentuan keselamatan.

Hingga investigasi teknis rampung, nasib pendaftaran baru Chery Omoda 5 di Malaysia bergantung pada hasil pemeriksaan dan identifikasi potensi masalah pada kendaraan yang terdampak.