The Indonesia Times - Upaya memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri maritim terus diperkuat. Salah satunya melalui kegiatan vessel tour yang digelar PT Belawan New Container Terminal (BNCT) bersama perusahaan pelayaran Evergreen dan mahasiswa Akademi Maritim Indonesia.

Kegiatan ini tidak sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami dinamika operasional terminal peti kemas. Mulai dari proses sandar kapal, bongkar muat, hingga koordinasi antara operator terminal dan pelayaran internasional, seluruhnya diperkenalkan secara praktis di lapangan.

Sekretaris Perusahaan BNCT, Rizki Affandi Nasution, menegaskan bahwa pendekatan berbasis pengalaman langsung menjadi kunci dalam menyiapkan talenta maritim yang siap kerja. Menurutnya, teori di ruang kelas perlu diperkuat dengan pemahaman nyata terhadap proses bisnis industri logistik.

“Mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana sistem operasional berjalan agar memiliki gambaran utuh tentang industri yang akan mereka masuki,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Lebih jauh, kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan institusi pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif. Dengan memahami kebutuhan industri sejak dini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan kesiapan menghadapi tantangan sektor maritim global.

Di tengah pertumbuhan perdagangan internasional, penguatan kompetensi SDM dinilai menjadi faktor krusial. Program seperti vessel tour dinilai dapat mempercepat lahirnya tenaga profesional yang tidak hanya paham teori, tetapi juga siap terjun langsung ke dunia kerja.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan ekosistem logistik nasional tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kualitas manusia yang mengelolanya. (Binsar Simatupang)