TheIndonesiaTimes - Tren belanja online yang terus melonjak membuka peluang besar bagi pemilik bisnis. Di samping itu, kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan kini juga semakin meningkat, termasuk di dunia bisnis.
Hal ini menjadi tantangan nyata bagi pemilik bisnis yang masih mengandalkan kemasan berbahan plastik sekali pakai dan penggunaan kendaraan penghasil emisi tinggi akibat pengiriman produk.
Menurut salah seorang pengusaha yang memiliki bisnis di bidang pemeliharaan lingkungan, konsumen terutama generasi muda seperti Gen z dan milenial, kini semakin kritis.
"Tidak lagi menilai produk hanya dari kualitas barang. Faktor keberlanjutan dan kepedulian produk terhadap lingkungan ikut menjadi pertimbangan mereka dalam mengambil keputusan berbelanja. Sehingga, bisnis yang tidak beradaptasi dengan tren ini sangat beresiko kehilangan segmen pasar yang semakin peduli terhadap isu keberlanjutan," tuturnya.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan pemilik bisnis adalah dengan mulai beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan, seperti material daur ulang serta bekerja sama dengan mitra logistik yang mendukung praktik berkelanjutan. Upaya ini dapat menjadi investasi jangka panjang dalam memperkuat citra brand.
Salah satu usaha bernama Flexofast, sebuah perusahaan yang menawarkan jasa Fulfillment terintegrasi, menjadi contoh bagaimana konsep logistik hijau bisa diimplementasikan di Indonesia. Dengan memproduksi sendiri bubble wrap dari bahan plastik daur ulang untuk pengemasan produk, penggunaan panel surya sebagai sumber energi di gudang, serta secara berangsur telah mengganti armada distribusi ke kendaraan listrik.
Melalui strategi yang tepat, bisnis yang dimiliki tidak hanya bersaing di tengah ketatnya pasar digital, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Baca juga: Belanja Online Ubah Peta Ritel, Mal Legendaris Bekasi Tumbang
Editor : cah