Pelabuhan

Pelindo Terapkan TBS untuk Atur Arus Kendaraan dan Tingkatkan Efisiensi Pelabuhan

Reporter : Rico
Tujuannya menciptakan ekosistem pelabuhan yang efisien, aman, dan berdaya saing tinggi. Foto ist

TheIndonesiaTimes - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat langkah transformasi digital dengan menerapkan Terminal Booking System (TBS) di sejumlah pelabuhan utama. Sistem berbasis daring ini dirancang untuk mengatur pergerakan truk angkutan barang agar lebih teratur, mengurangi antrean, dan mempercepat proses bongkar muat di terminal peti kemas.

Direktur Operasi Pelindo, Putut Sri Muljanto, menyebut penerapan TBS merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam menciptakan layanan pelabuhan yang efisien dan modern.

Baca juga: IPC TPK: Arus Petikemas Pasca Lebaran 2026 Turun Jadi 47.775 TEUs

“Dengan sistem TBS, pergerakan truk menjadi lebih tertata, waktu tunggu berkurang, dan aktivitas bongkar muat bisa berjalan lebih cepat. Hal ini secara langsung memperpendek port stay kapal,” jelas Putut, Senin (20/10/2025).

Ia menambahkan, efisiensi di pelabuhan akan berdampak positif terhadap kelancaran distribusi barang pokok dan bahan baku industri. “Semakin lancar arus logistik, semakin cepat pula barang sampai ke masyarakat dengan harga yang stabil,” ujarnya.

Melalui TBS, setiap truk wajib melakukan pemesanan jadwal (booking) secara daring sebelum memasuki area terminal. Sistem ini mengatur slot waktu kedatangan dan kapasitas layanan agar arus kendaraan bisa dikelola secara terukur dan tidak terjadi penumpukan di gate pelabuhan.

TBS telah berjalan di beberapa pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak. Setiap terminal memiliki pengaturan waktu berbeda, menyesuaikan dengan kondisi lapangan. Misalnya, Tanjung Priok membagi tiga slot per delapan jam, sedangkan Tanjung Emas delapan slot per tiga jam.

Baca juga: Standar K3 Diperkuat, Pelindo Group Dorong Operasional Aman

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah, Teguh Arif Handoko, menilai sistem ini telah meningkatkan efektivitas layanan di Terminal Petikemas Semarang.

“Kini antrean truk di Tanjung Emas jauh berkurang. Truk yang sudah booking tetapi menunggu giliran bisa menempati area yang sudah disiapkan,” ujar Teguh.

Sejak diterapkan, TBS terbukti menekan waktu tunggu, mengurangi biaya operasional logistik, serta memperkuat transparansi karena semua operator truk menggunakan sistem pemesanan yang sama.

Baca juga: Kepala BPKP : Keberadaan Internal Auditor Penting untuk Menjamin Program Manajemen bisa Terlaksana Secara Efektif

Putut menegaskan bahwa keberhasilan sistem ini bergantung pada disiplin seluruh pihak. “TBS bukan hanya inovasi teknologi, tapi juga perubahan budaya kerja. Kami terus melakukan sosialisasi agar semua pihak memahami dan mendukung implementasinya,” katanya.

Pelindo berencana memperluas penerapan TBS ke seluruh terminal di bawah pengelolaannya dan mengintegrasikannya dengan sistem digital lain, seperti pelayanan kapal dan terminal.

“Tujuannya menciptakan ekosistem pelabuhan yang efisien, aman, dan berdaya saing tinggi,” tutup Putut.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru