The Indonesia Times - IPC TPK menegaskan keselamatan kerja sebagai fondasi utama dalam menjaga kinerja operasional terminal petikemas. Perusahaan menilai tingginya intensitas pergerakan alat dan kendaraan berat menuntut standar kewaspadaan tinggi dari seluruh personel dan mitra kerja.

Perwakilan manajemen IPC TPK, Wulandary, mengatakan kompetensi defensive driving menjadi keharusan bagi pekerja di lingkungan terminal guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

“Sebagian besar aktivitas di terminal petikemas melibatkan pergerakan alat dan kendaraan berat. Karena itu, defensive driving menjadi kompetensi wajib bagi seluruh personel dan mitra kerja. Kami ingin memastikan setiap individu memahami bahwa satu kelalaian kecil dapat berdampak besar terhadap keselamatan dan kelancaran operasional,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Sebagai bagian dari Pelindo Group, IPC TPK menyatakan komitmennya untuk memperkuat implementasi budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara konsisten dan terintegrasi. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung operasional pelabuhan yang selamat, andal, dan berdaya saing di tengah meningkatnya aktivitas logistik nasional.