Taksi Green SM

Fakta Mengejutkan! Taksi Green SM Diduga Awali Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Reporter : Rico
Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia buka suara terkait kecelakaan di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Foto ist

The Indonesia Times - Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia buka suara terkait kecelakaan di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tersebut melibatkan salah satu armada mereka dan rangkaian kereta yang melintas.

Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyatakan telah menyerahkan seluruh informasi yang diperlukan kepada pihak berwenang untuk mendukung proses penyelidikan. “Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” tulis manajemen Green SM yang dibagikan di akun Instagram resmi perusahaan @id.greensm pada Selasa (28/4/2026).

Baca juga: BREAKING NEWS! Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur Naik Jadi 14, Puluhan Luka Dirawat

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena diduga menjadi rangkaian awal dari kecelakaan yang lebih besar di lokasi yang sama. Berdasarkan keterangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop I Jakarta, sebuah taksi sempat menabrak KRL Commuter Line di area perlintasan dekat Bulak Kapal sebelum kemudian terjadi tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Rangkaian kejadian tersebut berujung pada kecelakaan fatal antara kereta jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menyebabkan korban jiwa dan puluhan orang luka-luka. Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan kronologi lengkap serta faktor penyebab insiden.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka, Evakuasi Korban Terjepit Berlangsung 8 Jam

Green SM menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional perusahaan. Mereka mengklaim terus menerapkan standar keselamatan tinggi melalui sistem operasional, pengawasan armada, serta peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen menjaga standar keselamatan yang tinggi demi keamanan pengguna layanan maupun masyarakat luas,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain mendukung investigasi, perusahaan juga menyatakan siap bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan transparansi dalam penanganan kasus ini.

Sementara itu, pihak berwenang masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi di lokasi kejadian. Fokus penyelidikan mencakup dugaan pelanggaran di perlintasan sebidang serta kemungkinan faktor teknis maupun human error yang memicu kecelakaan beruntun tersebut.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru