The Indonesia Times - Taiwan mengubah strategi promosi pariwisatanya di Indonesia dengan menitikberatkan pada penjualan pengalaman hidup di pedesaan, bukan sekadar kunjungan destinasi. Pendekatan ini ditampilkan dalam Taiwan Leisure Farm Fair 2026 yang berlangsung di Emporium Pluit Mall, Jakarta.
Mengusung konsep “Farm Stay, Fun Stay”, pameran ini menawarkan pengalaman tinggal di kawasan perkebunan, mulai dari aktivitas memetik hasil panen hingga berinteraksi langsung dengan budaya lokal. Strategi ini dinilai selaras dengan perubahan perilaku wisatawan Indonesia yang kini lebih mencari perjalanan bermakna dan autentik.
Wakil Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) di Indonesia, Trust Lin, menyebut Indonesia sebagai pasar kunci untuk pengembangan wisata berbasis pengalaman.
“Wisatawan Indonesia kini mencari sesuatu yang lebih personal. Agrowisata Taiwan menghadirkan pengalaman yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Pameran ini menghadirkan lebih dari 30 paket wisata hasil kolaborasi pengelola perkebunan Taiwan dengan maskapai dan agen perjalanan Indonesia. Pengunjung juga dapat mencoba langsung aktivitas khas seperti kerajinan berbahan alami dan mencicipi produk teh lokal.
Ketua Taiwan Leisure Farm Development Association menambahkan bahwa konsep farm stay menjadi keunggulan karena menggabungkan wisata, edukasi, dan keberlanjutan. “Ini bukan wisata biasa, tapi pengalaman hidup di lingkungan alami yang memberi nilai lebih bagi wisatawan,” katanya.
Pelaku industri pariwisata Indonesia pun melihat peluang besar dari tren ini. Perwakilan agen perjalanan menyebut minat terhadap slow travel terus meningkat, terutama di kalangan wisatawan muda pascapandemi.
Selain itu, Taiwan juga mulai memperkuat layanan ramah Muslim untuk menarik pasar Indonesia yang lebih luas. Upaya ini diharapkan mampu memperluas jangkauan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Taiwan sebagai destinasi alternatif berbasis alam dan budaya di kawasan Asia.
Editor : Rico