TheIndonesiaTimes.com - Presiden Vladimir Putin menegaskan bahwa Rusia belum perlu mengubah doktrin nuklirnya untuk memasukkan kemungkinan serangan nuklir preventif.
"Kami belum memerlukan serangan preventif, karena musuh dijamin akan musnah jika ada serangan balasan," katanya, merujuk pada kemampuan serangan balasan nuklir Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam konferensi pers di Hanoi pada Kamis, ketika dia ditanya apakah Rusia dapat mengubah doktrin nuklirnya saat ini.
Walaupun Putin berulang kali menyatakan bahwa konflik dengan senjata nuklir akan berdampak buruk bagi umat manusia, dia menegaskan bahwa Moskow akan menggunakan segala cara untuk membela diri jika keberadaan negaranya terancam.
Dalam konferensi pers tersebut, Putin menekankan bahwa negara-negara Barat harus memahami bahwa mengalahkan Rusia bukan hanya tidak mungkin, tetapi juga mustahil karena adanya persatuan masyarakat Rusia yang menyadari bahwa hal tersebut akan menjadi akhir dari sejarah seribu tahun negara Rusia.
Putin kemudian membahas masalah peningkatan ketegangan oleh negara-negara Barat dalam konflik Ukraina melalui eskalasi bertahap.
"Mereka tampaknya berpikir bahwa suatu saat kami akan merasa takut. Namun di saat yang sama, mereka juga mengatakan ingin mencapai kekalahan strategis Rusia di medan perang. Apa dampaknya bagi Rusia?" tanya Putin.
"Bagi Rusia, ini berarti akhir dari status kenegaraannya. Ini berarti akhir dari sejarah seribu tahun negara Rusia. Saya pikir semua orang bisa memahami ini," ujarnya. "Lalu timbul pertanyaan: Mengapa kami harus takut? Bukankah lebih baik melakukan segala yang diperlukan? Ini adalah logika dasar," tambahnya, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (21/6/2024).
Editor : Rico