Miliarder Miriam Adelson Dukung Donald Trump Dalam Pilpres Amerika 2024

theindonesiatimes.com

Amerika, TheIndonesiaTimes - Miliarder Miriam Adelson dikabarkan akan menjadi salah satu pendukung utama Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) tahun ini. Miriam dikenal sebagai donatur terbesar bagi kampanye Trump.

Miriam merupakan seorang miliarder yang memperoleh kekayaannya dari bisnis kasino dan perjudian di Las Vegas. Dia adalah janda dari mendiang Sheldon Adelson, pemilik bisnis Las Vegas Sands. Menurut Forbes, kekayaan keluarga Adelson diperkirakan mencapai US$ 28,7 miliar atau sekitar Rp 466 triliun (dengan kurs Rp 16.250).

Baca juga: Donald Trump Setujui Gencatan Senjata Tanpa Batas dengan Iran, Ini Alasannya

Pasangan Adelson sebelumnya pernah menjadi pendonor kampanye Partai Republik pada tahun 2020 dengan sumbangan sebesar US$ 180 juta atau sekitar Rp 2,92 triliun. Setelah suaminya meninggal pada tahun 2021, Miriam kembali berencana memberikan donasi untuk mendukung Donald Trump dalam Pemilihan Presiden 2024.

Menurut laporan Reuters, Dave Carney, seorang ahli strategi Partai Republik, menyatakan bahwa melalui organisasi Super PAC, mereka berencana mengumpulkan dana lebih dari US$ 100 juta untuk mendukung Trump. Carney juga menegaskan bahwa Miriam Adelson akan berkontribusi cukup besar dalam target tersebut.

"Tujuan kami adalah mengumpulkan dana lebih banyak daripada sebelumnya, yaitu sekitar US$ 100 juta," kata Carney. Namun, dia menolak menyebutkan jumlah pasti yang akan disumbangkan oleh Adelson.

Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir Besok, Trump Tunggu Hasil Negosiasi

Miriam Adelson lahir dengan nama Miriam Farbstein di Tel Aviv, Israel pada tahun 1945 dari orang tua yang melarikan diri dari Polandia sebelum Holocaust. Ayahnya adalah anggota terkemuka Mapam, sebuah partai politik sayap kiri di Israel.

Sebelum menikah dengan taipan judi Sheldon Adelson, Miriam dikenal sebagai dokter spesialis penyakit dalam. Ia juga pernah menjadi dokter asosiasi yang mengkhususkan diri dalam kecanduan narkoba.

Baca juga: Shehbaz Sharif dan Presiden Iran Sepakat Dorong Stabilitas Kawasan

Pada tahun 1993, Adelson mendirikan pusat penyalahgunaan zat dan klinik penelitian bersama Sheldon. Miriam telah menerbitkan banyak makalah ilmiah tentang topik kecanduan narkoba selama kariernya dan pernah menjadi peneliti tamu di Universitas Rockefeller.

Kini seluruh kekayaannya berasal dari usaha suaminya yang sukses di Las Vegas. Dia dan keluarganya sekarang memiliki lebih dari separuh kerajaan perjudian yang terdaftar di Bursa Efek New York, bahkan perusahaannya juga memiliki kasino di Singapura hingga Makau.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru