TheIndonesiaTimes.com - Perjalanan kereta cepat Whoosh kembali mendapat sorotan setelah insiden gangguan akibat benang layang-layang yang tersangkut di jaringan Listrik Aliran Atas (OCS). Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, meminta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) meningkatkan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak berulang.

Menurut Nasim, gangguan eksternal seperti layangan, balon, hingga binatang liar dapat menurunkan keandalan Whoosh yang diharapkan memberi pelayanan cepat, nyaman, dan aman.

“Perlu sistem antisipasi yang matang agar faktor eksternal tidak mengganggu operasional kereta cepat. Ini menyangkut keselamatan penumpang sekaligus citra transportasi modern kita,” ujar Nasim dalam keterangannya, Senin (25/8/2025).

Ia menekankan bahwa KCIC tidak hanya memperkuat aspek teknis, tetapi juga perlu menggandeng pemerintah daerah untuk melakukan edukasi masyarakat sekitar jalur lintasan. Tujuannya agar warga tidak menerbangkan benda berisiko, seperti layangan atau balon, di area yang bisa membahayakan perjalanan kereta.

Selain itu, Nasim juga meminta Kementerian BUMN dan regulator terkait mengevaluasi sistem keamanan operasional Whoosh secara menyeluruh. “Kereta cepat ini merupakan kebanggaan nasional, jangan sampai citranya rusak hanya karena kurangnya pengawasan dan mitigasi,” tegasnya.

Sebelumnya, perjalanan Whoosh rute Tegalluar Summarecon–Halim sempat terganggu pada Minggu (24/8/2025) malam akibat benang layangan yang tersangkut di salah satu terowongan antara Stasiun Tegalluar Summarecon dan Padalarang.

Insiden serupa bukan yang pertama. Pada 24 Juli 2025, kereta cepat mengalami keterlambatan 40 menit setelah menabrak biawak di jalur Padalarang–Karawang. Sementara pada 7 April 2025, Whoosh sempat berhenti tujuh menit karena balon yang tersangkut di kabel OCS di sekitar Karawang–Halim.