The Indonesia Times - Mohammad Raad, tokoh senior Hizbullah sekaligus pemimpin fraksi parlemen kelompok tersebut, dilaporkan tewas dalam serangan militer yang dilancarkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Lebanon, Senin (2/3/2026) pagi. Informasi awal menyebut operasi menyasar sejumlah titik yang diduga terkait struktur komando Hizbullah.

Militer Israel menyatakan serangan merupakan respons atas peluncuran proyektil ke wilayah utara Israel pada malam sebelumnya. Dalam pernyataan resmi, IDF menyebut target operasi mencakup figur senior Hizbullah di Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Namun, hingga kini identitas korban belum dapat diverifikasi secara independen oleh otoritas internasional.

Mohammad Raad dikenal sebagai salah satu arsitek politik Hizbullah di parlemen Lebanon sejak 2000, menempatkannya pada simpul penting antara sayap politik dan militer kelompok tersebut. Hizbullah sendiri memiliki dukungan dari Iran dan selama ini menjadi aktor utama dalam konfrontasi regional yang melibatkan Israel serta sekutu-sekutunya.

Serangan terbaru menegaskan eskalasi yang kian terbuka antara kedua pihak. IDF menilai peluncuran roket dari Lebanon sebagai indikasi keterlibatan langsung Hizbullah dalam konflik yang berkembang, sementara respons militer Israel memperluas risiko ketegangan lintas perbatasan.

Hingga laporan ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari Hizbullah maupun pemerintah Lebanon terkait status Mohammad Raad. Situasi keamanan di lapangan dilaporkan masih dinamis dengan potensi eskalasi lanjutan.