The Indonesia Times - Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei meninggal dunia dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan sejumlah lokasi strategis, termasuk Teheran.
Kantor berita Fars melaporkan pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan aktivitas kerja selama satu pekan. Otoritas Iran menyebut serangan tersebut menimbulkan korban sipil serta kerusakan infrastruktur di beberapa wilayah.
Serangan militer pada Sabtu (28/2/2026) disebut sebagai bagian dari operasi yang menargetkan fasilitas strategis Iran. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari Washington maupun Tel Aviv terkait klaim kematian Khamenei maupun rincian target operasi.
Pemerintah Iran menilai serangan itu sebagai agresi langsung terhadap kedaulatan negara. Otoritas setempat menegaskan tindakan tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik regional yang lebih luas.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan sejumlah instalasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban dari serangan balasan tersebut, namun sejumlah media regional melaporkan peningkatan status siaga militer di beberapa negara kawasan.
Situasi di Iran dilaporkan masih tegang dengan pengamanan diperketat di pusat-pusat pemerintahan dan fasilitas strategis, sementara komunitas internasional menyerukan penahanan diri untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.