The Indonesia Times - Teater Koma kembali mementaskan lakon “Rumah Sakit Jiwa” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026, menandai kembalinya karya tersebut ke panggung setelah lebih dari tiga dekade.
Naskah yang pertama kali dipentaskan pada 1991 ini lahir di tengah situasi pembatasan ekspresi seni pada masanya, sehingga sarat dengan kritik terhadap kekuasaan dan sistem sosial. Kini, pementasan tersebut kembali dihadirkan dengan pendekatan baru yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat modern.
Lakon ini mengangkat kisah kehidupan di sebuah rumah sakit jiwa yang menjadi metafora bagi dinamika sosial, termasuk relasi kuasa dan perlakuan terhadap individu dalam sistem yang kaku. Cerita tersebut dinilai tetap kontekstual karena menggambarkan tekanan sosial yang dapat memengaruhi kondisi psikologis manusia.
Sutradara Rangga Riantiarno, Selasa (4/8/2026) menyebut relevansi naskah justru semakin terasa di era sekarang, ketika tekanan dari lingkungan sosial terus berkembang dan berdampak pada kesehatan mental.
Pementasan produksi ke-237 ini tidak hanya menghadirkan kembali cerita lama, tetapi juga memperkaya pengalaman penonton melalui eksplorasi visual, musik, serta pendekatan karakter yang lebih mendalam.
Selain itu, unsur kritik sosial tetap dipertahankan melalui dialog-dialog satir yang menyoroti kondisi masyarakat, menjadikan pertunjukan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga ruang refleksi publik.
Kembalinya “Rumah Sakit Jiwa” menunjukkan bagaimana karya teater dapat menjadi medium kritik yang bertahan lintas zaman, sekaligus mengingatkan bahwa isu kemanusiaan, kekuasaan, dan kesehatan mental masih menjadi tantangan yang dihadapi hingga kini.