Radioaktif Nuklir

Udang Beku Ekspor RI Jadi Sumber Alarm Paparan Radioaktif Global

Reporter : Rico
Kontaminasi itu pertama kali terdeteksi pada udang beku asal Indonesia yang dikirim ke Amerika Serikat pada Agustus lalu.

TheIndonesiaTimes - Kasus kontaminasi radioaktif di Serang, Banten, kembali menjadi perhatian media internasional. Reuters melaporkan, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) masih meneliti luas area terdampak setelah 10 titik di kawasan industri dekat Jakarta ditemukan memiliki tingkat radiasi tinggi.

Kontaminasi itu pertama kali terdeteksi pada udang beku asal Indonesia yang dikirim ke Amerika Serikat pada Agustus lalu. Temuan serupa juga muncul pada pengiriman cengkeh ke AS pada akhir September. Meski berada di bawah ambang batas berbahaya, temuan isotop Cesium-137 tersebut memicu kekhawatiran soal potensi pencemaran lingkungan di kawasan industri.

Baca juga: Donald Trump Setujui Gencatan Senjata Tanpa Batas dengan Iran, Ini Alasannya

Pabrik besi tua milik investor asing yang beroperasi di Kawasan Industri Modern Cikande disebut sebagai titik awal kontaminasi. Perusahaan bernama PT Peter Metal Technology (PMT) itu bergerak di bidang penggilingan logam dasar non-ferrous dan berdiri dua tahun lalu. Saat ini, aktivitasnya tetap berjalan, namun dengan pengawasan ketat otoritas terkait.

Baca juga: Shehbaz Sharif dan Presiden Iran Sepakat Dorong Stabilitas Kawasan

Pemerintah Indonesia menyatakan telah melaporkan perkembangan kasus ini kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) serta otoritas AS. Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menegaskan temuan isotop radioaktif tersebut berasal dari Cesium-137—zat yang biasanya muncul akibat kecelakaan nuklir seperti di Chernobyl dan Fukushima.

Menanggapi situasi ini, pemerintah memperketat pengawasan pelabuhan, meningkatkan pemeriksaan kesehatan, serta memastikan keamanan ekspor makanan laut dan rempah. "Kawasan industri tetap beroperasi, tapi semua aktivitas dipantau ketat," ujar pejabat terkait, Sabtu (4/10/2025).

Baca juga: AS Targetkan Jaringan Minyak Iran, Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga

Kasus ini menjadi perhatian global, termasuk media Hong Kong South China Morning Post, yang menyoroti upaya Indonesia dalam meredam kekhawatiran pasar internasional terhadap keamanan produk ekspornya.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru