The Indonesia Times - Eskalasi militer terbuka pecah di Timur Tengah setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Sejumlah ledakan dilaporkan mengguncang Teheran, memicu kewaspadaan regional dan kekhawatiran meluasnya konflik.
Media Al Jazeera melaporkan rudal menghantam beberapa ruas jalan utama di ibu kota Iran. Sementara Associated Press menyebut ledakan terdengar di sekitar kantor Ayatollah Ali Khamenei. Ledakan juga dilaporkan terjadi di kawasan utara kota, termasuk wilayah Seyyed Khandan.
Baca juga: 88 Ulama Majelis Pakar Disebut Sepakat Usung Mojtaba Khamenei
Pejabat militer AS menyatakan operasi tersebut merupakan serangan gabungan dengan pengerahan besar-besaran pesawat tempur dan armada laut, termasuk dua kapal induk.
Pemerintah Israel menyebut operasi itu sebagai serangan pendahuluan untuk meniadakan ancaman keamanan nasional.
Baca juga: Setelah Khamenei Tewas, AS Tegaskan Operasi Militer ke Iran Berlanjut
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun target militer spesifik yang diserang.
Di Israel, sirene peringatan meraung di sejumlah wilayah. Pemerintah menutup wilayah udara dan membatasi aktivitas di bandara, mengantisipasi serangan balasan Iran seperti yang pernah terjadi pada 2025.
Baca juga: Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Militer Gabungan Amerika Serikat dan Israel
Langkah darurat juga diberlakukan di Qatar, di mana Kedutaan Besar AS memerintahkan personel untuk berlindung dan mengimbau warga sipil meningkatkan kewaspadaan.
Editor : Rico