Selat Hormuz

Panas! Iran Siap Tebar Ranjau Laut, Jalur Minyak Global Terancam Lumpuh

Reporter : Rico
Selat Hormuz. Foto Wikipedia

The Indonesia Times - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengancam akan menutup jalur strategis Teluk Persia dengan ranjau laut jika diserang oleh Amerika Serikat dan Israel. Ancaman ini dinilai berpotensi memicu gangguan besar terhadap distribusi energi global.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Fars News Agency, Dewan Pertahanan Nasional Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap wilayah pesisir atau pulau-pulau Iran akan dibalas dengan pemasangan ranjau di seluruh jalur akses dan komunikasi laut di Teluk Persia.

Baca juga: Donald Trump Setujui Gencatan Senjata Tanpa Batas dengan Iran, Ini Alasannya

Langkah tersebut disebut mencakup penggunaan berbagai jenis ranjau, termasuk ranjau terapung yang dapat diluncurkan dari garis pantai. Iran bahkan memperingatkan bahwa kondisi kawasan bisa berubah drastis menyerupai Selat Hormuz dalam kondisi krisis, yang berarti jalur pelayaran utama dunia berisiko lumpuh dalam waktu lama.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa tanggung jawab atas dampak penutupan jalur maritim akan berada pada pihak yang memulai serangan. Iran menambahkan, hanya negara-negara yang tidak terlibat agresi yang dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman, itupun harus melalui koordinasi dengan Teheran.

Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir Besok, Trump Tunggu Hasil Negosiasi

Ancaman ini bukan tanpa dampak langsung. Sejak awal Maret, aktivitas di Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari—telah mengalami gangguan signifikan. Kondisi tersebut memicu lonjakan biaya pengiriman serta tekanan pada harga minyak dunia.

Eskalasi konflik semakin tajam setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Serangan tersebut menjadi titik balik meningkatnya konfrontasi terbuka di kawasan.

Baca juga: Shehbaz Sharif dan Presiden Iran Sepakat Dorong Stabilitas Kawasan

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah target di Israel serta wilayah yang menjadi basis militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk. Serangan ini dilaporkan menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap penerbangan internasional dan stabilitas pasar global.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru akan krisis energi global, mengingat peran vital Teluk Persia dan Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia. Jika ancaman Iran terealisasi, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan kawasan, tetapi juga mengguncang ekonomi global secara luas.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru