The Indonesia Times - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kesiapan militer negaranya di sekitar Iran, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan.
Melalui pernyataan di Truth Social, Trump memastikan seluruh kekuatan militer AS—termasuk kapal, pesawat, dan personel—tetap siaga dengan dukungan amunisi penuh hingga kesepakatan dengan Iran benar-benar dipatuhi.
Baca juga: Amerika Serikat Tahan Dana US$6 Miliar Iran, Ini Syarat Pencairannya
“Semua kapal, pesawat, dan personel militer akan tetap berada di dalam dan sekitar Iran sampai kesepakatan dipatuhi sepenuhnya,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Trump juga mengeluarkan peringatan keras terkait potensi eskalasi militer. Ia menyebut serangan bisa kembali dilakukan dengan skala lebih besar jika Iran melanggar kesepakatan yang telah dicapai.
Baca juga: Breaking News: Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran di Prancis
Pernyataan ini muncul di tengah memanasnya situasi Timur Tengah, terutama setelah konflik yang melibatkan Israel dan Lebanon yang memicu ketegangan lanjutan di kawasan.
Di sisi lain, perbedaan sikap masih terjadi terkait program nuklir Iran. Trump mengklaim Teheran telah sepakat menghentikan pengayaan uranium, namun pernyataan tersebut dibantah oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menegaskan negaranya tetap dapat melanjutkan program tersebut sesuai kesepakatan gencatan senjata.
Baca juga: Nvidia vs Intel dan AMD: Perebutan Pasar AI China Kian Memanas
Trump juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas jalur energi global, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. “Tidak boleh ada senjata nuklir, dan Selat Hormuz harus tetap terbuka serta aman,” tegasnya.
Pernyataan ini mempertegas posisi AS yang tidak hanya fokus pada isu keamanan regional, tetapi juga menjaga kepentingan strategis global di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus meningkat.
Editor : Rico