The Indonesia Times - Upaya penyelundupan 15 kilogram sabu dari Aceh menuju Jakarta digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara. Pelaku menggunakan mobil towing yang membawa sepeda motor Harley Davidson untuk mengelabui petugas.

Dua tersangka, Hasto Wahyu Wibowo (45), warga Purworejo, Jawa Tengah, dan Putra Kesuma (35), warga Palembang, Sumatera Selatan, ditangkap di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Jumat (28/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Andy Arisandi mengatakan, pengungkapan tersebut bermula dari informasi intelijen mengenai pergerakan mobil towing bernomor polisi BG 8589 LN dari Aceh yang diduga membawa narkotika.

"Modus operandinya dengan mengelabui petugas. Sabu seberat 15 kilogram diselundupkan kedua pelaku yang berperan sebagai sopir dan kernet di dalam mobil towing yang membawa sepeda motor Harley Davidson," kata Andy, Senin (30/8/2026).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 15 bungkus sabu dalam kemasan teh Cina berwarna ungu dengan logo 888. Barang haram tersebut disembunyikan di sejumlah bagian mobil towing.

Dari pemeriksaan awal, kedua tersangka mengaku menerima sabu dari seorang pria yang tidak mereka kenal di kawasan Peureulak Rayeuk, Aceh Timur. Barang tersebut kemudian dibawa menuju wilayah Jakarta, Tangerang, dan Banten.

Polisi menyebut pengiriman tersebut dikendalikan seseorang berinisial BS alias Unyil alias Ahed. Kedua tersangka dijanjikan upah Rp100 juta untuk mengantarkan sabu tersebut.

Dalam pengembangan kasus, polisi juga menemukan bahwa Hasto diduga bukan kali pertama terlibat dalam penyelundupan sabu. Sepanjang 2025 hingga 2026, dia disebut telah tiga kali mengirim puluhan kilogram sabu menuju Jakarta dengan modus serupa atas perintah pengendali berinisial JP.

Andy mengatakan kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolda Sumut. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap pihak lain yang terlibat dalam jaringan penyelundupan narkotika dari Aceh menuju wilayah Jakarta dan sekitarnya. (Binsar Simatupang)