Gencatan Senjata

Pembicaraan AS-Iran di Islamabad Gagal, Isu Nuklir Jadi Penghambat

Reporter : Rico
Wakil Presiden AS, JD Vance. Foto dok Fox6

The Indonesia Times - Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu setelah tidak tercapai kesepakatan dalam pembicaraan intensif selama 21 jam di Islamabad, Pakistan.

Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan pihaknya telah mengajukan “tawaran terakhir dan terbaik” terkait isu utama, yakni komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. “Kami meninggalkan pembicaraan dengan proposal sederhana. Sekarang tinggal apakah Iran akan menerimanya,” ujar Vance, Minggu (12/4/2026).

Baca juga: Amerika Serikat Tahan Dana US$6 Miliar Iran, Ini Syarat Pencairannya

Menurutnya, Amerika Serikat membutuhkan jaminan jangka panjang bahwa Iran tidak hanya menahan diri sementara, tetapi benar-benar menghentikan ambisi nuklirnya. Namun hingga kini, komitmen tersebut dinilai belum terlihat.

Baca juga: Breaking News: Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran di Prancis

Sebelumnya, Washington sempat memberi ruang negosiasi dengan menghentikan serangan bersama Israel selama dua pekan. Meski demikian, hasil perundingan belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Di sisi lain, Iran tetap membantah tudingan pengembangan senjata nuklir. Sementara itu, Presiden Donald Trump disebut telah memberikan fleksibilitas dalam proses negosiasi, meski tidak terlalu mempersoalkan hasil akhir.

Baca juga: Nvidia vs Intel dan AMD: Perebutan Pasar AI China Kian Memanas

Mandeknya perundingan ini memperpanjang ketegangan geopolitik di kawasan, terutama terkait isu keamanan dan stabilitas energi global.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru