Hanaka Social Space Surabaya Jadi Markas Baru Komunitas Cosplay

Reporter : Rico
Hanaka Social Space Surabaya menggelar Pop Up Market bertema budaya Jepang dan cosplay guna memperluas jaringan industri kreatif lokal. Foto/Hanaka

The Indonesia Times - Gelombang kebudayaan pop Jepang di Kota Pahlawan terus mendapat tempat di hati generasi muda. Hanaka Social Space Surabaya mengambil langkah strategis dengan menyulap area mereka di Jalan Flores Nomor 18, Ngagel, Wonokromo, menjadi titik kumpul ratusan pencinta anime, manga, hingga para pelakon cosplay lewat agenda berkala bertajuk Pop Up Market.

Langkah tersebut membuka ruang interaksi nyata bagi para kreator lokal yang ingin memamerkan karya sekaligus memperluas jaringan bisnis non-kuliner. Pada edisi kali ini, manajemen sengaja mengusung tema besar Zodiac untuk memadukan hiburan visual dengan geliat pasar produk kreatif buatan anak muda.

Baca juga: GMNI Surabaya Raya Gandeng Rumah Literasi Digital, Latih Kader Menulis Berita Kredibel

Pemilik Hanaka Social Space, Prasetyo Hadi Susanto, mengungkapkan bahwa tempat usahanya tidak sekadar mengejar keuntungan dari penjualan makanan dan minuman.

Pria yang akrab disapa Bang Yok tersebut berkomitmen menyediakan tempat bernaung bagi ide-ide segar agar bisa menghasilkan karya yang berdampak nyata bagi masyarakat sekitar.

"Kami ingin tempat ini menjadi rumah bersama bagi bermacam kelompok hobi. Di sini, gagasan dan kreativitas anak muda harus saling bertemu. Nilai sebuah ruang publik diukur dari kemampuannya melahirkan relasi produktif dan peluang baru, bukan sekadar urusan transaksi dagang semata," kata Bang Yok.

Baca juga: RLD dan ByLin Ajak Warga Surabaya Belajar Crochet dari Nol

Melalui program bulanan tersebut, manajemen membuka pintu lebar-lebar bagi institusi pendidikan, pelaku UMKM, hingga organisasi komunitas yang ingin menggelar lokakarya, pameran seni, maupun aktivasi merek. Model kolaborasi inklusif tersebut terbukti ampuh mendatangkan ceruk pasar baru yang belum tergarap optimal.

Ketua Panitia Acara, Nadine Ezzatira Aziz, mengapresiasi tingginya antusiasme para pengunjung yang memadati lokasi sejak pagi. Perempuan yang akrab dipanggil Neza tersebut melihat potensi besar dari solidnya jejaring komunitas subkultur Jepang di Jawa Timur.

"Kerja sama lintas sektor menjadi kunci sukses agenda tersebut. Dukungan para sukarelawan, pengisi acara, dan pihak sponsor sangat luar biasa. Kami berharap wadah tersebut memicu pergerakan ekonomi kreatif yang lebih masif ke depan," urai Neza.

Baca juga: Tempat Nongkrong Surabaya Ini Gaungkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Keberhasilan festival mini tersebut juga mendapat dorongan besar dari publikasi masif media digital. Rumah Literasi Digital yang bertindak sebagai mitra media eksklusif mengambil peran besar dalam menyebarluaskan informasi, sehingga mampu menarik kunjungan ratusan anak muda sepanjang akhir pekan.

Manajemen Hanaka memastikan agenda tematik dengan konsep berbeda akan terus bergulir secara rutin. Konsistensi tersebut diharapkan mampu menjaga denyut nadi industri kreatif di Surabaya agar tetap bergairah sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru di sektor informal.

Editor : Doni Nugroho

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru