The Indonesia Times - Penanganan stroke tidak berhenti setelah pasien mendapat perawatan medis. Dukungan keluarga, caregiver, edukasi, hingga pemantauan faktor risiko menjadi bagian penting dalam membantu penyintas menjalani masa pemulihan.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam program Stroke Friendly yang digelar Bidakara Medical Center (BiMC) Bintaro bersama Yayasan Duta KRESHNA Indonesia (YDKI) di Tangerang Selatan.
Baca juga: Kenali 5 Gejala Limfedema yang Sering Diabaikan, Termasuk Tangan dan Kaki Membengkak
Kegiatan tersebut melibatkan penyintas stroke, keluarga, caregiver, komunitas, dan masyarakat umum. Peserta mengikuti pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, senam otak, edukasi mengenai stroke, serta diskusi bersama tenaga medis.
Dokter spesialis saraf dr. Dea Martasukma Gita Apsari, Sp.N, memberikan edukasi mengenai stroke, mulai dari pencegahan dan penanganan hingga pentingnya dukungan berkelanjutan bagi penyintas.
Direktur Bisnis dan Komersial PT Fajar Farmatama Asmu Ali Mauladi mengatakan pendekatan kesehatan perlu mencakup upaya pencegahan dan edukasi, bukan hanya pengobatan ketika seseorang sudah mengalami masalah kesehatan.
Baca juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Tekankan Pentingnya Skrining di Bogor Oncology Summit 2026
“Bidakara Medical Center ingin hadir bukan hanya pada saat masyarakat membutuhkan pengobatan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam menjaga kesehatan,” ujar Asmu, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, kolaborasi dengan komunitas menjadi salah satu cara untuk memperluas edukasi kesehatan sekaligus menjangkau masyarakat secara langsung.
Program Stroke Friendly juga diarahkan untuk membangun kerja sama berkelanjutan antara fasilitas kesehatan dan komunitas. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai faktor risiko stroke serta memperkuat dukungan bagi penyintas dan keluarganya.
Baca juga: Teknologi Robotik di Dunia Medis Perluas Akses Layanan Kesehatan Berkualitas
Selain program komunitas, BiMC Bintaro menyediakan layanan kesehatan yang mencakup dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, fisioterapi, laboratorium, serta layanan penunjang medis lainnya sesuai fasilitas yang tersedia.
Kolaborasi dengan YDKI menjadi bagian dari upaya memperluas pendekatan promotif dan preventif di masyarakat, khususnya dalam isu stroke yang membutuhkan penanganan sekaligus pendampingan dalam jangka panjang.
Editor : Rico