The Indonesia Times - Pembengkakan pada lengan atau tungkai yang berlangsung terus-menerus tidak selalu sekadar keluhan ringan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda limfedema, yakni gangguan sistem limfatik yang menyebabkan cairan getah bening menumpuk di jaringan tubuh.

Limfedema perlu mendapat perhatian karena dapat berkembang secara bertahap dan mengganggu fungsi anggota tubuh. Jika tidak ditangani, pembengkakan dapat semakin berat hingga berdampak pada aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup.

Risiko tersebut terutama perlu diperhatikan oleh orang yang pernah menjalani operasi atau radioterapi yang melibatkan kelenjar getah bening. Pada pasien kanker, limfedema dapat muncul tidak hanya setelah pengobatan, tetapi juga beberapa bulan bahkan bertahun-tahun kemudian.

Spesialis Bedah Subspesialis Onkologi SWICC, RS Sentra Medika Cibinong, dr. I Wayan Wisnu Brata, Sp.B., Subsp.Onk(K), mengatakan limfedema merupakan salah satu komplikasi yang kerap ditemukan setelah tindakan onkologi, terutama pengangkatan kelenjar getah bening.

“Penanganan sejak dini sangat menentukan, karena pada stadium awal pembengkakan umumnya masih reversibel dan responsif terhadap terapi konservatif,” ujar Wisnu, Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, keterlambatan penanganan dapat menyebabkan kondisi menjadi kronis dan lebih sulit dikoreksi. Risiko infeksi berulang juga dapat meningkat.

Secara umum, limfedema ditandai dengan pembengkakan pada lengan, tungkai atau bagian tubuh lainnya. Penderitanya juga dapat merasakan anggota tubuh lebih berat atau kaku, kulit terasa kencang, pakaian maupun perhiasan menjadi lebih sempit, serta keterbatasan gerak.

Limfedema dapat terjadi karena kelainan bawaan atau kerusakan sistem limfatik akibat infeksi, trauma, operasi, radioterapi maupun penyakit tertentu, termasuk kanker. Faktor seperti obesitas dan infeksi berulang juga dapat meningkatkan risiko.

Penanganan sejak dini diperlukan untuk mengendalikan pembengkakan dan menekan risiko komplikasi seperti penebalan kulit atau fibrosis serta infeksi kulit berulang.

Layanan Limfedema Center di bawah Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC), RS Sentra Medika Cibinong, menyediakan layanan deteksi dini, evaluasi, terapi, edukasi dan pendampingan dengan dukungan tim multidisiplin.

Masyarakat yang mengalami pembengkakan menetap atau semakin memburuk, terutama mereka yang memiliki faktor risiko, dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.