TheIndonesiaTimes - Anggota Komisi X DPR RI, Verrell Bramasta meminta kepada pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Menpora) agar memperhatikan hak dan nasib para Atlet Disabilitas dan NON - DBON (Desain Besar Olahraga Nasional) agar para atlet bisa kembali ke Pelatnas.
"Pemerintah melalui Kemenpora agar memperhatikan hak dan nasib para atlet distabilitas dan Non -DBON . Diharapkan juga agar para atlet tersebut bisa kembali ke Pelatnas," pinta Verrell saat Raker dengan Menpora di Komplek Senayan, Senin (8/9).
Apa yang disampaikan Verrell adalah merupakan aspirasi saat menerima audiensi dari 15 atlet berprestasi pada awal bulan Juli kemarin, yang terdiri dari para peraih medali SEA Games serta atlet disabilitas dari NPCI Kabupaten Bekasi. Pertemuan yang berlangsung di Gedung DPR RI itu menjadi ruang penting untuk mendengarkan langsung suara dari para atlet yang selama ini berjuang, namun belum mendapat kepastian atas hak dan penghargaan mereka.
Dalam pertemuan tersebut, para atlet disabilitas dari NPCI Bekasi menyampaikan berbagai keresahan: mulai dari keterlambatan gaji dan uang makan selama berbulan-bulan, mekanisme degradasi yang tidak adil, hingga pemecatan sepihak yang terjadi justru setelah mereka menyuarakan aspirasinya ke DPRD.
Bahkan sebanyak 22 atlet disabilitas mengajukan permintaan perlindungan ke Kemenpora lewat Verrell Bramasta.
Sementara itu, para atlet peraih medali SEA Games dari tahun 2019 hingga 2023 juga menyuarakan kekecewaan atas janji pengangkatan menjadi ASN yang belum kunjung terealisasi. Mereka khawatir, ketika perhatian publik mulai bergeser ke atlet baru, prestasi mereka yang sudah lebih dulu mengharumkan nama bangsa perlahan dilupakan.
"Apa yang menjadi aspirasi teman-teman sudah saya sampaikan ke Mepora untuk bisa ditindaklanjuti. Negara harus hadir secara nyata dalam memberikan perlindungan, penghargaan, dan kepastian bagi para atlet nasional, tanpa terkecuali," tegas Verrell.
Lebih jauh Verrell menambahkan bahwa para atlet tersebut telah tampil ke podium membawa nama Indonesia, maka sudah seharusnya kita berdiri bersama mereka saat haknya dipertanyakan. Atlet—baik penyandang disabilitas maupun non-disabilitas adalah bagian dari wajah bangsa. Jangan biarkan mereka merasa sendirian.