TheIndonesiaTimes - BRI Kantor Cabang Kertajaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa agar semakin cakap mengelola uang, memahami layanan perbankan, serta terhindar dari risiko penipuan digital.
Pemimpin BRI Kantor Cabang Kertajaya Surabaya, Filipus Evan Adinda, mengatakan pemahaman keuangan perlu dibangun sejak dini agar generasi muda terbiasa mengambil keputusan finansial secara bijak.
Menurutnya, kebiasaan mengatur uang saku, menyisihkan dana untuk tabungan, hingga membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi langkah awal untuk membentuk pola keuangan yang sehat.
“Edukasi keuangan merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Kami berharap generasi muda semakin memahami pentingnya mengelola uang secara bertanggung jawab dan menggunakan layanan keuangan digital dengan aman,” ujar Filipus, Rabu (28/10).
Untuk memperluas pemahaman tersebut, BRI Kertajaya mendorong kegiatan edukasi keuangan yang menyasar pelajar dan mahasiswa melalui lingkungan sekolah, perguruan tinggi, serta komunitas anak muda.
Materi edukasi mencakup penyusunan anggaran sederhana, manfaat menabung, pengenalan produk dan layanan perbankan, hingga kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang dapat merugikan masyarakat.
Filipus menegaskan, peningkatan literasi keuangan perlu berjalan seiring dengan perluasan inklusi keuangan. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya memahami cara mengelola uang, tetapi juga mampu mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan formal sesuai kebutuhan.
Di tengah perkembangan transaksi digital, pemahaman mengenai keamanan bertransaksi juga menjadi bagian penting dari edukasi. Generasi muda diharapkan semakin cermat dalam menggunakan layanan perbankan digital dan mampu mengenali potensi risiko sebelum melakukan transaksi.
BRI Kertajaya juga berharap kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas dapat terus diperkuat agar edukasi keuangan menjangkau lebih banyak kalangan.
“Dengan literasi keuangan yang semakin baik dan akses layanan keuangan yang semakin luas, generasi muda diharapkan mampu membangun kebiasaan finansial yang sehat sebagai fondasi untuk meraih masa depan yang lebih sejahtera,” pungkas Filipus.