TheIndonesiaTimes, Teheran - Pihak berwenang Iran telah menangkap 30 orang yang dicurigai tergabung dalam "jaringan setan" di sebuah acara dengan "minuman beralkohol".
Menurut laporan kantor berita Fars, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (6/6/2024), sebanyak "18 pria dan 12 wanita" ditangkap dalam sebuah pertemuan di provinsi utara Mazandaran, tanpa menyebutkan secara spesifik kapan penggerebekan itu terjadi.
Baca juga: Breaking News: Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran di Prancis
Polisi menyita "minuman beralkohol dan obat-obatan" dan menemukan "tanda-tanda dan simbol setanisme" di lokasi pertemuan tersebut, kata Fars mengutip kepala polisi provinsi, Davood Safarizadeh.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa para peserta berasal dari provinsi lain.
Baca juga: Alarm Bahaya! Gejolak Minyak Dunia Siap Guncang Ekonomi Indonesia
Penggerebekan terhadap pertemuan yang disebut sebagai "setan" sering terjadi di negara yang sangat konservatif ini, sering kali menargetkan pesta atau konser dengan konsumsi alkohol, yang sebagian besar dilarang di republik Islam tersebut.
Pada Sabtu, polisi menahan 35 orang dalam penggerebekan serupa di provinsi barat daya Khuzestan, dan pada bulan Mei, lebih dari 250 orang termasuk tiga orang Eropa ditangkap di sebelah barat ibu kota Teheran karena mempromosikan "setanisme".
Baca juga: AS Tolak Tukar Sanksi dengan Akses Selat Hormuz, Ini Alasannya
Pihak berwenang di negara yang didominasi Muslim Syiah ini pada masa lalu mencap konser musik rock dan heavy metal sebagai pertemuan "setan".
Editor : Rico