Serangan Siber

Hadapi Lonjakan Serangan Siber, Linknet Perkuat Infrastruktur Keamanan

Reporter : Rico
Integrasi ini memungkinkan deteksi dan mitigasi serangan dilakukan secara otomatis dengan dukungan pemantauan 24 jam. Foto ist

The Indonesia Times- PT Link Net Tbk melalui unit bisnisnya, Linknet Enterprise, menjalin kerja sama strategis dengan Nexusguard untuk memperkuat perlindungan terhadap serangan siber jenis Distributed Denial of Service (DDoS) di Indonesia.

Kolaborasi ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman serangan digital yang menyasar infrastruktur jaringan dan layanan daring. Melalui kerja sama tersebut, teknologi mitigasi DDoS berbasis cloud milik Nexusguard akan diintegrasikan langsung ke jaringan inti Linknet.

Baca juga: Potensi E-Commerce Indonesia Tembus US$140 Miliar pada 2030, Ini Pendorongnya

Chief Enterprise Business Officer Linknet, Ronald Chandra Lesmana, menyebut langkah ini sebagai upaya memperkuat layanan keamanan bagi pelanggan korporasi.

“Kami memperluas kapabilitas managed security services dengan menghadirkan perlindungan yang terintegrasi langsung di jaringan backbone,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Dipo Nugroho Dinobatkan Best CMO 2026, Bank Jakarta Dorong Bisnis Lebih Inklusif

Integrasi ini memungkinkan deteksi dan mitigasi serangan dilakukan secara otomatis dengan dukungan pemantauan 24 jam. Selain itu, kolaborasi juga mencakup pertukaran data ancaman (threat intelligence) untuk meningkatkan respons terhadap serangan siber yang semakin kompleks.

CEO Nexusguard, Andy Ng, mengatakan sinergi kedua perusahaan menggabungkan kapasitas jaringan lokal dengan infrastruktur global untuk menghadapi serangan berskala besar.

Baca juga: Taiwan Ungkap Pola Baru Serangan Siber, AI Agent Digabung dengan Operasi Manual

“Kolaborasi ini memungkinkan perlindungan menyeluruh pada berbagai lapisan infrastruktur digital, khususnya bagi sektor enterprise yang terus berkembang,” kata dia.

Dengan dukungan pusat pemrosesan lokal di Jakarta dan jaringan global, layanan ini diklaim mampu menekan gangguan layanan akibat serangan DDoS, yang selama ini menjadi salah satu ancaman utama bagi operasional bisnis digital di Indonesia.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru