TheIndonesiaTimes - Ketekunan membaca peluang usaha mengantarkan Muhammad Rahmansya Al Fany mengembangkan bisnis dari sebuah konter pulsa menjadi Agen BRILink di Kelurahan Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, usahanya kini melayani berbagai transaksi keuangan sekaligus mempekerjakan tiga orang warga sekitar.
Sebelum terjun ke bisnis layanan keuangan, Rahmansya menjalankan usaha penjualan pulsa dan aksesori telepon seluler. Usaha itu cukup ramai, tetapi ia melihat adanya kebutuhan pelanggan yang belum bisa dipenuhi, terutama layanan tarik tunai dan pembayaran perbankan.
Peluang pun datang ketika tenaga pemasaran BRILink BRI Domas menawarkan kerja sama kemitraan. Tawaran tersebut menjadi titik awal Rahmansya memperluas jenis layanan di tokonya.
Namun, keterbatasan modal sempat membuatnya ragu. Setelah berkonsultasi dengan petugas BRI, ia mendapat informasi mengenai fasilitas pinjaman yang dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan operasional Agen BRILink.
"Awalnya saya hanya berjualan pulsa dan beberapa aksesori HP. Usaha sudah cukup ramai, tetapi banyak pelanggan yang bertanya apakah bisa tarik tunai atau melakukan pembayaran lainnya. Saat itu saya hanya bisa menjawab belum bisa," ujar Rahmansya.
Ia akhirnya memutuskan mengambil peluang tersebut. Meski transaksi pada masa awal belum banyak, Rahmansya terus mengenalkan layanan Agen BRILink kepada masyarakat di lingkungannya.
Upaya itu perlahan membuahkan hasil. Pelanggan mulai berdatangan dan kepercayaan masyarakat tumbuh. Konter yang sebelumnya hanya melayani pembelian pulsa dan aksesori ponsel kini juga menjadi tempat warga melakukan berbagai transaksi perbankan.
Dalam mengembangkan usahanya, Rahmansya memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk memperkuat modal kerja. Dana tersebut terutama digunakan menjaga ketersediaan uang tunai agar kebutuhan transaksi pelanggan dapat terpenuhi.
Ketersediaan likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam operasional Agen BRILink. Sebab, agen harus mampu melayani berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk transaksi penarikan tunai.
Selain dukungan permodalan, Rahmansya juga mengoptimalkan layanan digital BRI. Ia menggunakan QRIS BRI untuk menerima pembayaran nontunai, BRImo untuk membantu transfer dan pengecekan transaksi, serta mesin EDC BRILINK bagi pelanggan yang bertransaksi menggunakan kartu.
Beragam fasilitas tersebut memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam memilih metode pembayaran. Aktivitas transaksi pun dapat berlangsung lebih praktis dan efisien.
Perkembangan bisnis Rahmansya tidak hanya berdampak pada peningkatan usahanya. Ia juga membuka kesempatan kerja bagi tiga orang karyawan yang berasal dari lingkungan tempat tinggalnya.
Ketiga karyawan itu membantu operasional dan pelayanan kepada pelanggan, terutama ketika aktivitas transaksi meningkat maupun saat kantor bank tidak beroperasi pada hari libur.
"Cukup lumayan, sekarang saya memiliki tiga karyawan dari tetangga terdekat. Mereka membantu melayani transaksi masyarakat, terutama pada hari-hari ketika bank libur," katanya.
Rahmansya berharap keberadaan Agen BRILink dapat membantu masyarakat mendapatkan akses layanan keuangan dengan lebih mudah. Warga tidak harus selalu mendatangi kantor bank untuk memenuhi sejumlah kebutuhan transaksi perbankan.
Ke depan, ia juga berencana memperluas jangkauan bisnis dengan membuka cabang Agen BRILink di sejumlah daerah, khususnya wilayah yang jauh dari kantor bank.
"Untuk langkah ke depan, saya ingin membuka cabang di berbagai daerah yang jauh dari kantor bank. Harapannya, saya bisa membantu orang-orang di sekitar untuk melakukan transaksi dengan aman dan cepat," tutur Rahmansya.
Dari usaha konter pulsa sederhana, Rahmansya kini membangun bisnis yang memiliki manfaat lebih luas. Selain mengembangkan sumber penghasilan, kehadiran Agen BRILink yang dikelolanya turut membuka lapangan pekerjaan dan mendekatkan layanan transaksi keuangan kepada masyarakat Gresik.