The Indonesia Times - Aktivitas logistik di terminal petikemas pasca Lebaran tahun ini menunjukkan tren yang lebih terkendali, seiring perubahan pola distribusi barang oleh pelaku usaha.
Data IPC TPK mencatat kunjungan kapal turun dari 121 call sebelum Lebaran menjadi 88 call setelah Lebaran, atau menyusut sekitar 27%.
Baca juga: Perusahaan Logistik Jepang Jajaki Peluang Kerja Sama di Pelabuhan Tanjung Priok
Penurunan juga terjadi pada arus petikemas yang berkurang dari 77.577 TEUs menjadi 47.775 TEUs. Kondisi ini mencerminkan pergeseran strategi distribusi, di mana pengiriman barang kini lebih banyak dilakukan sebelum periode libur panjang.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, mengatakan pola tersebut menjadi indikasi membaiknya perencanaan logistik.
Baca juga: Indonesia Perkenalkan Sistem Single Window dan Pelabuhan Digital ke Madagaskar
“Pengguna jasa cenderung mengirim barang lebih awal untuk menghindari pembatasan operasional selama Lebaran, sehingga arus pasca Lebaran tidak lagi menumpuk,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Pengaturan operasional di Pelabuhan Tanjung Priok, termasuk pembatasan kapasitas hingga 50% pada awal periode pasca Lebaran, turut mendorong percepatan pengiriman atau front loading sebelum libur. Dampaknya, aktivitas setelah Lebaran menjadi lebih landai dan terdistribusi merata.
Baca juga: Standar K3 Diperkuat, Pelindo Group Dorong Operasional Aman
Meski terjadi penurunan, kondisi ini tidak mencerminkan melemahnya aktivitas logistik, melainkan hasil penyesuaian pola distribusi yang lebih terencana. Koordinasi antar pemangku kepentingan dinilai semakin solid dalam menjaga kelancaran arus barang.
IPC TPK memastikan sinergi dengan seluruh stakeholder pelabuhan akan terus diperkuat guna menjaga distribusi logistik tetap lancar, sekaligus meminimalkan potensi kepadatan di kawasan pelabuhan dan akses sekitarnya.
Editor : Rico