The Indonesia Times - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Washington menjalankan misi pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang strategis bagi perdagangan global.
Dua kapal perusak rudal berpemandu milik Angkatan Laut AS, USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy, dilaporkan melintasi selat tersebut dalam operasi yang bertujuan membuka jalur aman dari ancaman ranjau laut.
Baca juga: Amerika Serikat Tahan Dana US$6 Miliar Iran, Ini Syarat Pencairannya
Komandan US Central Command, Brad Cooper, menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga kelancaran arus perdagangan internasional. “Kami membuka jalur aman untuk memastikan perdagangan tetap berjalan,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Baca juga: Breaking News: Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran di Prancis
Operasi tersebut rencananya akan diperluas dengan melibatkan drone bawah laut dan dukungan udara untuk menyisir potensi ranjau yang diduga dipasang oleh pasukan Iran.
Namun, langkah ini memicu reaksi keras dari Teheran. Pihak Iran mengancam akan menyerang kapal perang AS dalam waktu singkat jika terus beroperasi di kawasan tersebut.
Baca juga: Nvidia vs Intel dan AMD: Perebutan Pasar AI China Kian Memanas
Meski ancaman meningkat, kedua kapal AS dilaporkan berhasil melintas tanpa insiden dalam misi yang disebut sebagai operasi kebebasan navigasi. Situasi ini menandai eskalasi baru di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung antara kedua negara.
Editor : Rico