Kecantikan

Populer di Korea, XERF Skin Tightening Kini Hadir untuk Pasar Indonesia

Reporter : Rico
Inovasi menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

The Indonesia Times - Pergeseran tren di industri kecantikan semakin mengarah pada perawatan non-bedah yang mengutamakan kenyamanan dan hasil alami. Di tengah perubahan preferensi tersebut, teknologi pengencangan kulit berbasis energi panas dengan pendekatan minim downtime mulai mendapat tempat di kalangan masyarakat urban.

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya permintaan terhadap treatment yang tidak hanya efektif, tetapi juga mengurangi rasa sakit serta waktu pemulihan. Inovasi terbaru dengan sistem frekuensi ganda pun mulai diperkenalkan di Indonesia, menawarkan metode pemanasan jaringan kulit yang lebih stabil dan terkontrol hingga lapisan terdalam.

Baca juga: Terbongkar! Markas Judi Online Internasional di Jakarta Barat Digerebek Polisi

Vice President idsMED Aesthetics Indonesia, Andy Rahardja, menilai tren ini sejalan dengan perubahan perilaku konsumen yang kini lebih selektif dalam memilih perawatan. “Pasien saat ini tidak hanya mencari hasil, tetapi juga pengalaman treatment yang nyaman dan minim risiko,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Teknologi ini bekerja dengan merangsang produksi kolagen baru sekaligus mengencangkan jaringan kulit secara bertahap. Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan hasil yang lebih natural dibanding metode konvensional yang cenderung agresif.

Baca juga: Ketika Dua Budaya Bertemu di Genre Horor

Head of Aesthetics Marisa Theresia menambahkan, sebelum diperkenalkan ke pasar domestik, teknologi ini telah melalui serangkaian uji dan kurasi global. “Fokusnya bukan hanya pada efektivitas, tetapi juga konsistensi hasil dan kenyamanan pasien,” katanya.

Sementara itu, praktisi estetika dr. Grace melihat tingginya minat terhadap treatment non-invasif sebagai peluang sekaligus tantangan bagi klinik kecantikan. Menurutnya, inovasi menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. “Kami melihat permintaan terhadap perawatan yang cepat pulih dan tidak mengganggu aktivitas harian semakin besar,” jelasnya.

Baca juga: Destinasi Favorit 2025: Jepang, Turki, hingga Prancis Jadi Incaran Wisatawan Indonesia

Dengan tren yang terus meningkat, teknologi pengencangan kulit non-bedah diprediksi akan menjadi standar baru dalam industri estetika, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan kulit yang aman, efektif, dan berkelanjutan.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru