The Indonesia Times - Honda Motor Co., Ltd. mempercepat strategi elektrifikasi dengan menjadikan teknologi hybrid sebagai fokus utama pengembangan produk global. Hingga 2030, pabrikan asal Jepang ini menargetkan peluncuran sekitar 15 model hybrid generasi terbaru di berbagai pasar dunia.

Langkah ini diperkuat dengan pengenalan dua prototipe kendaraan, yakni sedan hybrid dan SUV hybrid premium, yang menjadi gambaran arah teknologi masa depan Honda. Model-model tersebut dijadwalkan mulai dipasarkan dalam dua tahun ke depan.

Presiden dan CEO global Honda, Toshihiro Mibe, mengatakan bahwa hybrid akan menjadi solusi transisi paling realistis di tengah tantangan infrastruktur kendaraan listrik yang belum merata. “Kami ingin memastikan elektrifikasi berjalan seimbang dengan kebutuhan konsumen dan kondisi pasar global,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Honda juga mengklaim teknologi hybrid terbarunya mampu meningkatkan efisiensi energi hingga 10 persen dibanding generasi sebelumnya, dengan tetap mempertahankan performa berkendara yang responsif.

Untuk mempercepat inovasi, Honda memperkenalkan strategi pengembangan “Triple Half” yang diklaim mampu memangkas waktu dan biaya produksi hingga 50 persen.

Selain itu, sistem operasi pintar ASIMO OS juga akan mulai diterapkan pada lini kendaraan terbaru guna meningkatkan pengalaman berkendara berbasis perangkat lunak.

Dengan investasi global mencapai 6,2 triliun yen dalam tiga tahun ke depan, Honda menegaskan komitmennya menuju target netral karbon 2050, sekaligus memperkuat posisi di pasar Asia, termasuk ASEAN, sebagai wilayah pertumbuhan utama.